BRI Sambut Positif Dukungan untuk Pasar Modal, Fundamental Perbankan Dinilai Tetap Kuat

12 June 2026, 14:40 WIB
BRI Sambut Positif Dukungan untuk Pasar Modal, Fundamental Perbankan Dinilai Tetap Kuat

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyambut positif perhatian dan dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap pasar modal Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat atas kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan BUMN, khususnya sektor perbankan.

Perhatian tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, para Direktur Utama Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta sejumlah BUMN di Jakarta pada 9 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal sekaligus memperkuat kepercayaan investor. Salah satu isu yang menjadi pembahasan adalah wacana buyback saham emiten BUMN.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menilai dukungan yang diberikan berbagai pihak menunjukkan keyakinan terhadap ketahanan dan prospek bisnis perusahaan-perusahaan BUMN di tengah dinamika pasar saat ini.

Fundamental Industri Perbankan Masih Terjaga Kuat

Menurut Hery, terciptanya stabilitas pasar menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Ia menilai kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional tetap didukung oleh kinerja industri yang solid.

"Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat," ujar Hery.

Menurut Hery, stabilitas pasar yang terjaga merupakan faktor penting dalam mendukung iklim investasi yang sehat. "Kepercayaan investor terhadap saham-saham perbankan nasional ditopang oleh kinerja industri yang tetap resilien di tengah dinamika ekonomi global. Industri perbankan masih mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif, kualitas aset yang terjaga, serta kondisi likuiditas dan permodalan yang kuat," ujar Hery.

Hery yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Perbanas menambahkan bahwa fundamental industri perbankan nasional hingga saat ini tetap kuat. Berdasarkan data OJK, hingga April 2026 kredit perbankan tumbuh 9,98% secara tahunan, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 11,40%.

"Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana masyarakat yang tetap kuat menunjukkan kepercayaan publik terhadap industri perbankan masih terjaga dengan baik, sekaligus mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan efektif," jelas Hery.

Bagi BRI, penguatan kepercayaan pasar terutama dibangun melalui kinerja yang konsisten. Perseroan terus fokus menjaga kualitas aset, memperkuat permodalan dan likuiditas, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

"Terkait wacana buyback, setiap aksi korporasi tentu akan dikaji secara cermat dan dilaksanakan sesuai ketentuan regulator yang berlaku. Saat ini fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental perusahaan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Hery.

Sumber : Liputan6.com