Iran: 54 Awak Kapal Tewas Sejak Konflik dengan AS
11 June 2026, 15:03 WIB
Iran melaporkan sedikitnya 54 awak kapal tewas, 66 lainnya terluka, dan tujuh orang masih hilang akibat berbagai insiden maritim yang berkaitan dengan konflik dan pembatasan pelayaran. Data tersebut disampaikan dalam pertemuan ke-76 Komite Kerja Sama Teknis Organisasi Maritim Internasional (IMO) pada Rabu (10/6/2026).
Dalam pemaparannya, perwakilan Iran menyebut dampak konflik telah dirasakan oleh sedikitnya 360 kapal. Dari jumlah tersebut, sebanyak 253 kapal dilaporkan tenggelam atau mengalami kerusakan total, dikutip dari laman Antara News, Kamis (11/6).
Iran menilai konflik dan berbagai pembatasan maritim yang diberlakukan telah mengganggu keselamatan pelayaran serta operasional sektor maritim secara luas. Dampaknya mencakup kapal dan awak kapal, operasional pelabuhan, layanan pencarian dan penyelamatan, sistem tanggap darurat, layanan lalu lintas kapal, fasilitas komunikasi, hingga infrastruktur keselamatan navigasi.
Selain korban jiwa dan kerusakan kapal, Iran juga melaporkan sebanyak 28 awak kapal sempat disandera selama periode konflik. Hingga kini, lima orang di antaranya masih ditahan.
Perwakilan Iran mengatakan kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas pendukung keselamatan pelayaran. Sedikitnya empat gedung operasi maritim, empat stasiun kendali layanan lalu lintas kapal, dan delapan unit relai komunikasi dilaporkan mengalami kerusakan.
Fasilitas-fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung keselamatan navigasi, koordinasi penanganan keadaan darurat, serta pengelolaan lalu lintas kapal di wilayah perairan yang terdampak konflik.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada komite IMO pada 8 Juni, Iran turut menyoroti kebijakan Amerika Serikat yang disebut sebagai "AS akan Memblokade Kapal yang Masuk atau Keluar dari Pelabuhan Iran". Menurut Teheran, kebijakan tersebut beserta berbagai pembatasan terkait telah mengganggu aktivitas pelayaran komersial dan operasional maritim.
Iran menilai pembatasan tersebut berdampak pada akses kapal ke pelabuhan, perencanaan pelayaran, keselamatan navigasi, serta pergerakan kapal dan awak kapal di kawasan yang terdampak.