Inflasi Mei 2026 Sentuh 0,28%, Cabai hingga Beras Jadi Pendorong
02 June 2026, 11:34 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi di Indonesia pada Mei 2026 sebesar 0,28 persen secara bulanan (month to month), naik dari inflasi April 2026 sebesar 0,13 persen. Lonjakan harga komoditas seperti cabai dan beras jadi salah satu pendorong utama.
Deputi Badan Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini menyampaikan, secara tahunan (Year on Year/YoY) terjadi Inflasi sebesar 3,08 persen, dan sebesar 1,35 persen secara tahun kalender.
"Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month, atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026," jelasnya, Selasa (2/6/2026).
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan inflasi sebesar 0,39 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen.
Beberapa komoditas yang dominan mendorong inflasi, antara lain cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Lalu minyak goreng dan bawang merah dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,04 persen.
Kemudian tomat dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen, dan beras dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.
Komoditas yang Deflasi
Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Selanjutnya, bensin dan tarif angkutan udara dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,02 persen.
Selain itu, terdapat juga komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Mei 2026. Pertama adalah daging ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,06 persen, emas perhiasan dengan andil deflasi 0,06 persen, dan telur ayam ras dengan andil deflasi sebesar 0,05 persen.