Buntut Protes Petani Tebu, Bulog Mau Rombak Manajemen Anak Usaha

02 June 2026, 08:00 WIB
Buntut Protes Petani Tebu, Bulog Mau Rombak Manajemen Anak Usaha

Perum Bulog merespons keluhan petani tebu di Kabupaten Blora yang tak terserap hasil panennya oleh PT Gendhis Multi Manis (GMM). Bulog berencana merombak jajaran manajemen anak usaha itu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya memastikan pihaknya akan membenahi tata kelola dan kinerja operasional PT Gendhis Multi Manis. Perbaikan ini diharapkan mampu menjawab keresahan para petani tebu.

"Setiap masukan dari petani menjadi perhatian kami. Berbagai langkah perbaikan yang telah dilakukan merupakan bentuk komitmen Bulog untuk memastikan operasional perusahaan semakin baik serta memberikan manfaat yang optimal bagi petani tebu dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Tomi dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Sebagai bagian dari upaya pembenahan, Bulog telah mengusulkan pergantian manajemen Gendhis Multi Manis dengan susunan yang baru. Harapannya perusahaan dapat dikelola secara lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada petani.

"Perubahan kepemimpinan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi operasional, meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, serta mendorong terciptanya hubungan yang lebih baik antara perusahaan dengan petani sebagai mitra utama dalam ekosistem pergulaan," tutur Tomi.

Selain pembenahan manajemen, Bulog juga telah mengajukan usulan perbaikan mesin boiler PT GMM kepada Pemegang Saham melalui mekanisme yang berlaku secara prosedural dan berjenjang. Ini jadi upaya peningkatan keandalan fasilitas produksi guna mendukung kelancaran proses giling dan optimalisasi kinerja pabrik.

Operasional Pabrik Jadi Kunci

Operasional Pabrik Jadi Kunci

PT Gendhis Multi Manis sebelumnya mencatat belum beroperasi penuh sehingga penyerapan tebu petani menurun. Tomi mengatakan, operasionalisasi pabrik gula menjadi poin penting agar hasil panen petani lokal bisa terserap.

"Oleh karena itu, berbagai upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan ketentuan yang berlaku," ucap dia.

Tomi menegaskan, Perum Bulog akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses perbaikan berjalan efektif. Sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pergulaan nasional yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

GMM Bentuk Tim Khusus Serap Tebu Petani

GMM Bentuk Tim Khusus Serap Tebu Petani

Sebelumnya, anak usaha Perum Bulog, PT Gendhis Multi Manis (GMM) menjamin hasil panen petani tebu lokal tetap diserap. Hasil panen tebu lokal tersebut akan dialihkan ke kawasan Kabupaten Blora maupun di luar kawasan.

Plt Direktur Utama PT GMM Sri Emilia Mudiyanti mengaku telah membuat tim untuk menyerap aspirasi para petani tebu. Termasuk menyusun skema agar hasil panen petani tebu Blora bisa diserap.

"Kami sudah membentuk tim untuk membantu proses penyerapan dan pengalihan tebu petani ke pabrik gula lainnya. Saat ini juga sedang dilakukan pendataan wilayah-wilayah yang dapat membantu penyerapan tebu petani," ujar Emilia, mengutip keterangan resmi, Senin (1/6/2026).

Merespons Aksi Protes Petani

Informasi, kepastian ini disampaikan merespons aksi protes yang dilakukan para petani tebu di depan pabrik gula GMM. Para petani menggelar aksi protes dengan membuang tebu hasil panennya karena tidak terserap pabrik.

Sri Emilia menjelaskan, GMM saat ini belum melakukan operasional pabrik akibat kendala teknis mesin. Sebagai bagian dari Perum BULOG yang merupakan BUMN, setiap langkah dan kebijakan yang diambil tetap harus melalui proses evaluasi dan tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku.

"Berbagai langkah penanganan dan koordinasi saat ini masih terus berproses bersama pihak-pihak terkait," ucapnya.

Sumber : Liputan6.com