Realisasi Serapan Gabah Petani Dekati 3 Juta Ton dari Target

29 May 2026, 10:50 WIB
Realisasi Serapan Gabah Petani Dekati 3 Juta Ton dari Target

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan, realisasi serapan gabah petani saat ini telah mencapai 74 persen, dari target sebesar 4 juta ton setara beras pada tahun ini. Secara angka, Rizal mengatakan, serapan gabah petani menurut data terbaru sudah mendekati 3 juta ton setara beras.

"Kalau serapan gabah Alhamdulillah ini sudah sampai 74 persen. Nah, jadi kalau dari total 4 juta ton kami sudah sampai 74 persen, hampir 75 persen. Berarti sudah hampir 3 juta (ton) kami," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Menurut dia, capaian ini turut ditopang oleh para seluruh pemangku kepentingan. Utamanya kelompok petani yang mampu menghasilkan gabah maupun padi setara beras yang cukup baik.

"Sehingga Bulog mampu menyerap semaksimal mungkin di daerah," imbuh dia.

Di sisi lain, Perum Bulog juga tengah meningkatkan kapasitas penyimpanan gudangnya hingga 7 juta ton, untuk mengantisipasi lonjakan pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Rizal menyebut aksi itu dilakukan setelah berkaca pada pengamalan di tahun sebelumnya, dimana pasokan beras dari petani melampaui kapasitas gudang yang kala itu masih sekitar 3 juta ton.

"Yang namanya petani sudah tanam kan mau nggak mau kan pasti harus kita serap. Contoh pengalaman tahun 2025. Tahun 2025 kita ditarget 3 juta ton, namun karena petani masih panen terus dari tahun 2025 kami menyerap lebih dari 3 juta ton. Bahkan hampir 3,2 juta ton kemarin," tuturnya.

Target 6 Juta Ton Cadangan Beras

Adapun Perum Bulog menargetkan dapat menguasai hingga 6 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) hingga akhir Mei 2026. Naik dari penguasaan stok beras nasional yang sudah di atas 5 juta ton pada saat ini.

Cadangan Beras Pemerintah

Cadangan Beras Pemerintah

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya per 11 Mei 2026 telah menguasai 5,3 juta ton CBP, dan ditargetkan naik sekitar 700 ribu ton pada akhir bulan ini.

"Syukur, Alhamdulillah sampai di bulan Mei ini sampai 5,3 juta ton. Ini di tanggal 11 (Mei 2026)," ujar Ahmad saat ditemui di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Mungkin nanti di akhir bulan Mei ini bisa mencapai 6 juta ton," dia menambahkan.

Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menurut dia, stok beras saat ini jadi capaian pengadaan tertinggi sepanjang 59 tahun Perum Bulog berdiri. Ahmad lantas turut berterima kasih kepada pihak-pihak yang bantu merealisasi capaian tersebut.

"Selama 59 tahun berdirinya Bulog sampai dengan hari ini, capaian tertinggi ya hari ini. Ini suatu capaian yang luar biasa dan membanggakan, ini semua bukan hanya kerja Bulog, namun ini kerja kita bersama," ungkap dia.

"Mulai dari bapak-bapak para petani, pahlawan bangsa, kemudian para produsen khususnya para penggilingan-penggilingan. Kemudian teman-teman Bulog, teman-teman TNI/Polri," tuturnya.

Bulog Gandeng TNI Kawal Penyerapan Gabah dari Petani

Bulog Gandeng TNI Kawal Penyerapan Gabah dari Petani

Sebelumnya, Perum Bulog menggandeng aparat TNI Angkatan Darat untuk mengawal penyerapan gabah dari petani lokal tahun ini. Nantinya, aparat seperi Babinsa akan terlibat pada prosesnya.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat memiliki peran strategis. Terutama dalam mendukung pengawalan penyerapan gabah hingga ke tingkat desa.

"Sinergi BULOG dengan TNI AD, khususnya melalui peran Babinsa di lapangan, sangat penting untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran," ujar Rizal, mengutip keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, keberadaan Babinsa yangdekat dengan petani di wilayah binaan akan memperkuat proses pendampingan selama masa panen raya. Hal ini sekaligus membantu BULOG memperoleh data dan informasi lapangan secara lebih akurat, sehingga proses penyerapan dapat dilakukan secara responsif sesuai kondisi di daerah.

"Kami ingin memastikan petani mendapatkan kepastian serapan dan harga yang wajar. Dengan keterlibatan Babinsa, diharapkan potensi kendala di lapangan dapat segera diantisipasi, sehingga hasil panen petani benar-benar terlindungi," tambahnya.

Rizal menegaskan sinergi antara BULOG dan TNI AD ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional. "Penyerapan gabah bukan hanya soal stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani dan keberlanjutan sistem pangan nasional. Ini adalah fondasi penting menuju ketahanan dan swasembada pangan yang berkelanjutan," tegas dia.

Sumber : Liputan6.com