Turis Singapura Diperingati soal Pencurian dan Penjambretan Saat Wisata ke Jakarta
02 June 2026, 05:00 WIB
Jakarta nyatanya masih menjadi destinasi wisata favorit bagi turis Singapura. Namun, kasus pencurian dan penjambretan yang terjadi beberapa waktu terakhir di area-area utama Jakarta, seperti Bundaran HI, Menteng, dan Pasar Baru, mendorong sebuah publikasi ternama Singapura, The Strait Times, membuat artikel yang berisi peringatan bagi warga mereka.
Dikutip Senin, 1 Juni 2026, media itu menuliskan bahwa meski 'pengunjung umumnya tidak menjadi sasaran utama' pencurian dan penjambretan ponsel atau tas oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor, 'wisatawan tampak lebih rentan jika mereka lengah, tidak familiar dengan lingkungan sekitar, atau terang-terangan menggunakan ponsel mereka di pinggir jalan'.
Media itu kemudian merekomendasikan cara mengamankan diri dari potensi kejahatan di Jakarta. Salah satunya dengan memesan layanan transportasi tepercaya melalui aplikasi resmi, baik online maupun taksi konvensional, memeriksa nomor plat kendaraan sebelum naik, dan menghindari menerima tumpangan dari pengemudi tidak resmi yang mendekati mereka di jalan.
Strait Times juga menyatakan bahwa sistem transportasi umum Jakarta telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya jaringan MRT dan bus Transjakarta, yang umumnya dianggap aman dan banyak digunakan oleh pekerja kantoran dan keluarga. Namun, para pelancong tetap harus waspada terhadap barang-barang mereka selama jam sibuk, terutama di kereta, bus, dan peron stasiun yang penuh sesak.
Selain itu, wisatawan diminta menghindari berdiri terlalu dekat dengan jalan saat menggunakan ponsel mereka, terutama saat menunggu kendaraan. Beberapa kasus penjambretan baru-baru ini yang melibatkan warga asing terjadi ketika korban berdiri di dekat jalan sambil memegang perangkat mereka.
Turis Singapura Diminta Waspada Berwisata di Jakarta
Strait Times juga mengingatkan para pelancong untuk menghindari area yang sepi atau kurang penerangan di larut malam, terutama jika mereka tidak familiar dengan lingkungan tersebut. Ponsel, dompet, dan perhiasan tidak boleh dipamerkan secara terbuka di area yang ramai, sementara pengunjung di kafe pinggir jalan harus menghindari meninggalkan barang berharga mereka secara terlihat di atas meja yang menghadap jalan.
Langkah-langkah pengamanan juga berlaku saat mereka berada di area populer seperti SCBD, Blok M, Senayan, Kemang, dan mal-mal di Jakarta Pusat. Menurut media tersebut, para pelancong tetap harus waspada meski banyak mal, hotel, dan gedung perkantoran di Jakarta menerapkan pemeriksaan menyeluruh dengan petugas keamanan bersiaga.
Pencopetan dan pencurian oportunistik masih dapat terjadi di mal, kafe, dan kawasan perbelanjaan yang ramai, terutama selama jam-jam sibuk atau acara besar. Pengunjung disarankan untuk menjaga tas mereka tetap aman dan menghindari meletakkan dompet di saku belakang celana atau meninggalkan ponsel di meja dekat jalan setapak.
Saran bagi Turis Singapura yang jadi Korban Kriminal
Saat menjadi korban kejahatan, Strait Times meminta turis tidak mengejar tersangka, terutama mereka yang mengendarai sepeda motor, karena beberapa korban baru-baru ini terluka saat mencoba mengejar pencuri. Jika ponsel atau dompet dicuri:
- Pindah ke area publik yang aman terlebih dahulu
- Minta bantuan dari petugas keamanan terdekat, yang biasanya berseragam dan ditempatkan di mal, gedung perkantoran, dan hotel
- Bekukan aplikasi perbankan dan kartu segera
- Laporkan ke polisi sesegera mungkin
Nomor darurat di Jakarta meliputi:
Polisi: 110
Ambulans: 118 atau 119
Pemadam kebakaran dan penyelamatan darurat: 113
Warga Singapura dapat meminta bantuan dari Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, yang memberikan dukungan konsuler dalam situasi darurat. Alamat Kedutaan Besar Republik Singapura di Blok X/4, Kav No. 2, Jln H R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan 12950.
Telepon: +62-21-5091-5400 / +62-21-520-1469
Kasus Penjambretan Warga Asing di Jakarta
Mengutip kanal News Liputan6.com, polisi menangkap delapan pelaku begal. Tiga di antaranya merupakan komplotan jambret ponsel milik warga negara asing di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan para pelaku mengaku sudah beraksi di 120 lokasi. "Tiga di antaranya adalah pelaku yang melakukan perampasan handphone di Bundaran HI," kata Iman, Senin malam, 18 Mei 2026.
"Berdasarkan interview sementara, tiga tersangka sudah melakukan 120 kejadian atau 120 TKP," tambah dia.
Polisi kini masih mengkompilasi seluruh kejahatan yang dilakukan komplotan tersebut. Dari ratusan aksi itu, empat korban di antaranya merupakan warga negara asing. Korban berasal dari Malaysia, Jerman, Tiongkok dan Italia.
Sementara itu, para pelaku ditangkap di sejumlah wilayah dari Jakarta hingga Bekasi. "Semua ditangkap di wilayah hukum Polda Metro Jaya," tandas dia.