Catat, Buang Sampah Sembarangan di Shibuya Jepang Bakal Didenda di Tempat Rp 223 Ribu
02 June 2026, 06:00 WIB
Per Senin, 1 Juni 2026, Distrik Shibuya di Tokyo, Jepang, akan mendenda di tempat mereka yang buang sampah sembarangan 2.000 yen (sekitar Rp 223 ribu). Seiring pemberlakuan denda, jumlah petugas patroli Distrik Shibuya juga akan ditingkatkan dengan maksimal 50 orang untuk memperkuat penegakan hukum terkait pembuangan sampah sembarangan.
Untuk memastikan kelancaran pengumpulan denda, pembayaran non-tunai juga akan diterima. Denda ini merupakan bagian dari revisi Peraturan untuk Menciptakan Shibuya yang Bersih Bersama yang diberlakukan pada April 2026.
Sebelumnya, petugas patroli Distrik Shibuya mendenda 2.000 yen di tempat dari orang-orang yang kedapatan merokok di jalan. Staf patroli dengan kemampuan multibahasa, termasuk bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, akan dikerahkan untuk memastikan penegakan hukum mudah dipahami, adil, dan efektif tanpa memandang kewarganegaraan.
Mengutip Japan Today, Senin, 1 Juni 2026, dalam sebuah pernyataan, distrik tersebut mengatakan bahwa revisi ini merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk mengatasi masalah buang sampah sembarangan yang semakin meningkat terkait dengan peningkatan tajam jumlah pengunjung, termasuk wisatawan asing.
Distrik tersebut juga mewajibkan menyediakan tempat sampah untuk toko-toko makanan dan minuman, terutama di area sekitar stasiun Shibuya, Harajuku, dan Ebisu.
"Shibuya adalah kota internasional yang dikunjungi oleh banyak orang di Jepang dan dari seluruh dunia. Meskipun kemeriahan itu adalah sesuatu yang kami banggakan, kami juga harus memenuhi tanggung jawab kami untuk melindungi lingkungan perkotaan. Melalui revisi peraturan ini, kami telah memperjelas aturannya," kata Wali Kota Shibuya Ken Hasebe.
Sampah Jadi Masalah Utama di Shibuya
Hasebe meminta semua pengunjung Shibuya, termasuk turis asing, untuk mematuhi aturan di wilayahnya. "Shibuya akan terus membuat pilihan yang bertanggung jawab sebagai kota di mana kemeriahan dan ketertiban hidup berdampingan," ucapnya.
Dibandingkan dengan populasi penduduk Shibuya yang berjumlah sekitar 240.000 jiwa, lalu lintas siang harinya melebihi dua kali lipat angka tersebut, kata para pejabat distrik. Sejak pandemi COVID-19, jumlah pengunjung dari seluruh Jepang dan luar negeri ke Shibuya meningkat tajam.
Akibatnya, pembuangan sampah sembarangan yang terkait dengan makan dan minum --- terutama di sekitar stasiun dan distrik hiburan --- menjadi semakin terlihat. Kerusakan lingkungan perkotaan kini muncul sebagai masalah utama. Hingga saat ini, kota ini memusatkan upayanya pada promosi etika "membawa pulang sampah Anda sendiri," tetapi dengan peningkatan tajam lalu lintas pejalan kaki saat ini, respons yang hanya mengandalkan peningkatan kesadaran telah mencapai batasnya.
Angka Kunjungan Turis Asing ke Jepang Menurun
Sementara, jumlah pengunjung asing ke Jepang pada April 2026 turun 5,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 3,69 juta. Menurut data pemerintah, penurunan itu disebabkan oleh penangguhan dan pengurangan penerbangan yang terkait dengan konflik di Timur Tengah serta perselisihan diplomatik dengan Tiongkok.
Ini adalah penurunan pertama sejak Januari, meskipun angka April menandai total bulanan tertinggi sejauh ini pada 2026, menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO). Berdasarkan negara dan wilayah, pengunjung dari Timur Tengah turun 21,4 persen menjadi 22.300 orang, karena perang AS-Israel dengan Iran mengganggu lalu lintas udara di beberapa bandara dan penerbangan dari Eropa melalui Timur Tengah ke Jepang.
Pengunjung dari China anjlok 56,8 persen menjadi 330.700 setelah Beijing menyerukan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang. Imbauan tersebut muncul setelah hubungan bilateral memburuk akibat pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tentang potensi keterlibatan Jepang dalam situasi darurat Taiwan.
Penyumbang Turis Asing Terbanyak ke Jepang
Korea Selatan menduduki puncak daftar dengan 878.600 pengunjung, naik 21,7 persen, diikuti oleh Taiwan dengan 643.500, naik 19,7 persen. Rekor tertinggi dicapai pada April 2026 untuk pengunjung dari sembilan pasar, termasuk Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Korea Selatan (Korsel) mencetak rekor lagi pada April 2026 dengan lebih dari dua juta orang. Angka tersebut melampaui capaian periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel mengatakan pada Kamis, 21 Mei 2026, bahwa 2,03 juta wisatawan asing mengunjungi Korea pada April 2026, naik 19 persen dari 1,71 juta pada tahun sebelumnya. Angka tersebut mengikuti capaian Maret 2026, ketika kunjungan bulanan wisman ke Korsel melampaui dua juta pengunjung untuk pertama kalinya.
Mengutip Korea Times, dari Januari hingga April 2026, Korsel menyambut 6,77 juta pengunjung asing, meningkat 21 persen dari 5,58 juta pada periode yang sama tahun lalu dan total empat bulan tertinggi yang pernah tercatat. Turis China menyumbang pangsa terbesar pada April 2026 dengan 574.283 kedatangan, diikuti oleh turis Jepang dengan 304.053 kunjungan.