Patroli Begal Libatkan TNI, Begini Penjelasan Kodam Jaya

26 May 2026, 19:00 WIB
Patroli Begal Libatkan TNI, Begini Penjelasan Kodam Jaya

Kodam Jaya memastikan prajurit TNI mulai dilibatkan dalam patroli gabungan anti begal bersama Polda Metro Jaya. Namun, seluruh operasi tetap berada di bawah kendali kepolisian.

Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak mengatakan, peran TNI sebatas mendukung patroli yang diminta pihak kepolisian.

"Betul, patroli dilaksanakan bersama-sama di bawah kendali Polda Metro Jaya, kami sifatnya mendukung kegiatan patroli tersebut sesuai dengan permintaan dari kepolisian," kata Noor saat dihubungi, Selasa (26/5/2026).

Noor menegaskan, bila prajurit memergoki pelaku begal di lapangan, tindakan dilakukan bersama tim patroli dan proses hukumnya tetap menjadi kewenangan polisi.

"Tindakan dilakukan menangkap bersama-sama tim patroli di bawah kendali kepolisian, begal yang ditangkap diserahkan dan sepenuh kewenangan polisi," ucap dia

Terkait titik rawan, Kodam Jaya tidak menyebut wilayah tertentu. Menurut Noor, dukungan patroli dilakukan di wilayah hukum Polda Metro Jaya sesuai permintaan resmi kepolisian.

"Kami mendukung kegiatan patroli di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sesuai dengan permintaan dalam permohonan yang diajukan oleh kepolisian," ucap dia.

Anggota TNI Diizinkan 'Turun Gunung' Lawan Begal

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberi 'lampu hijau' bagi para prajuritnya untuk membantu melawan aksi begal. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas.

"Tidak ada instruksi khusus dari panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal, namun menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan merupakan bagian dari upaya membantu Polri," kata Nas di Jakarta, Selasa (26/5/2026). Dilansir Antara.

Nas menegaskan, TNI tidak akan terlibat langsung dalam penangkapan, penindakan hukum hingga proses pemeriksaan pelaku. Anggota TNI diizinkan membantu Polri dalam memastikan masyarakat terlindungi dari aksi begal.

Karenanya, untuk mengantisipasi adanya tumpang tindih tugas antara TNI dan Polri di lapangan, Nas memastikan akan memperkuat koordinasi agar penanganan aksi begal bisa lebih maksimal.

"TNI dan Polri selalu berkoordinasi serta bersinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing sehingga pelaksanaannya tetap berjalan dalam koridor hukum yang berlaku," kata dia.

Aksi begal belakangan semakin marak terjadi di beberapa wilayah, termasuk Jakarta.

Tim Pemburu Begal

Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal untuk menindak aksi kriminal jalanan yang belakangan semakin meresahkan masyarakat. Tim ini disiagakan selama 24 jam dan akan ditempatkan di sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama kita menjaga Jakarta lebih aman lagi," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dikutip dari Antara, Jumat (15/5/2026).

Langkah itu merupakan upaya dalam merespons cepat dan menyikapi berbagai kejadian yang terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Kami siapkan di berbagai titik yang cukup rawan terjadi kejahatan. Karena dari berbagai kejadian yang terjadi, kami analisa dan kami menemukan titik-titik rawan kejahatan. Di sana kami akan tempatkan tim kami, baik itu yang ada di jajaran Polsek, kemudian Polres, dan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum," katanya.

Selain itu, kata Iman, pihaknya sedang membangun kolaborasi dengan rekan-rekan yang aktif di media sosial untuk saling berbagi informasi mengenai tindakan kriminal.

"Kita butuh kolaborasi yang aktif agar sama-sama bisa bergerak cepat. Kecepatan informasi yang diperoleh akan membantu kami untuk mengungkap perkara yang atau kejadian yang terjadi," katanya.

Sumber : Liputan6.com