3 Pilar Fundamental Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%
21 May 2026, 22:55 WIB
Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Pertumbuhan Ekonomi telah menempatkan infrastruktur digital yaitu data center, AI, dan keamanan siber, sebagai pilar fundamental mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Hal tersebut ditegaskan oleh Deputi Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolo dalam Forum Nasional bertajuk Indonesia Digital Leap: Akselerasi Ekosistem Data Center, AI & Keamanan Siber untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
Dia menekankan bahwa pemerintah menempatkan transformasi digital sebagai faktor kunci dalam strategi menuju Indonesia Emas 2045 dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8%.
"Infrastruktur digital yang tangguh, data center, AI, dan keamanan siber---adalah fondasi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Indonesia," ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Sementara itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Aju Widia Sari menyampaikan, penguatan konektivitas digital yang meliputi percepatan pembangunan data center, pengembangan ekosistem artificial intelligence, dan penguatan ketahanan siber bukan lagi pilihan, melainkan fondasi strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi adalah kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam ekosistem digital global," tegasnya.
Forum Nasional ini sekaligus menandai soft launching resmi dari DTI Series 2026 (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo) dan Cyber Resilience & Defense Conference & Expo (CRD-CX) 2026 yang akan diselenggarakan pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
DTI Series 2026 merupakan platform bisnis B2B terbesar di Indonesia yang akan menghadirkan 450+ solusi teknologi dari 199+ perusahaan, 133+ sesi konferensi dengan 260+ pembicara, dan 13.000+ pengunjung dari berbagai industri. Event ini terdiri dari empat sub-event yang berlokasi bersama: DTI-CX (Digital Transformation Indonesia Conference & Expo), DCTI-CX (Data Center Tech Indonesia), DTI-HR (Human Resource Transformation), dan Cyber Resilience & Defense (CRD-CX).
Keempat platform ini akan menghadirkan solusi teknologi terkini, diskusi strategis tentang transformasi digital, keamanan siber, infrastruktur data center, dan transformasi SDM, serta memfasilitasi business matching antara penyedia teknologi dan pengambil keputusan enterprise.
Vice President Director PT. Adhouse Clarion Events Gad Permata sekalu penyelenggara acara, menegaskan DTI Series dan CRD-CX 2026 bukan sekadar event tahunan, melainkan platform berkelanjutan untuk dialog kebijakan, transfer pengetahuan, dan akselerasi adopsi teknologi di Indonesia.
"Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa setiap stakeholder---dari regulator hingga technology provider, dari operator infrastruktur hingga end-user enterprise---memiliki ruang untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang tangguh, aman, dan berdaya saing global," pungkasnya.
Purbaya Bilang Ekonomi RI Kini Lebih Canggih, Target Pertumbuhan 6 Persen Dipasang
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indonesia mulai keluar dari kondisi pertumbuhan ekonomi yang selama ini berada di kisaran 5 persen.
Optimisme itu muncul setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026. Purbaya bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mendekati 6 persen hingga akhir tahun ini.
"Kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen kan, untuk triwulan I 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, makin cepat, makin cepat. Kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada," ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Ia meminta berbagai pihak ikut menjaga optimisme terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurut dia, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi baik.
"Tapi teman-teman juga bantu doain dong, jangan dijelek-jelekin terus. Fiskal bagus dibilang jelek, fiskal bagus, depositonya terkendali dibilang itu yang membuat nilai tukar melemah," katanya.
Purbaya bahkan menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengelolaan ekonomi yang sangat baik karena mampu menciptakan pertumbuhan lebih cepat tanpa tambahan anggaran besar.
"Padahal dibanding seluruh negara di Asia, di dunia, kita ini paling canggih loh. Apalagi kemarin kita bisa berhasil, kalau saya bilang sih keajaiban ya, dengan anggaran yang sama, tanpa uang tambahan, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," ujarnya.
Perkuat Likuiditas Perbankan
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat likuiditas perbankan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
"Dengan hanya mindahin uang dari BI ke perbankan kan, di antaranya itu ya, di samping program-program yang lain tentunya, artinya saya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa modal," lanjutnya.
Purbaya berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat melampaui target dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar 5,4 persen.
"Kita akan dorong, target APBN kan 5,4 persen, tapi kita akan dorong ke arah 6 persen sampai akhir tahun," katanya.
Ia menilai berbagai program prioritas pemerintah mulai menunjukkan hasil positif terhadap ekonomi nasional.
"Kalau melihat hasilnya sekarang, sepertinya strateginya sudah membuahkan hasil. Sepertinya strateginya cukup pas dan cukup akurat. Nanti kalau program-program yang lain yang baru mulai juga berjalan dan dampaknya mulai kelihatan di ekonomi, harusnya tumbuhnya akan lebih cepat," jelasnya.