Emiten SMCB Likuidasi Tiga Anak Usaha, Ini Alasannya

21 May 2026, 10:32 WIB
Emiten SMCB Likuidasi Tiga Anak Usaha, Ini Alasannya

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memutuskan membubarkan tiga anak usaha-nya yang sudah tidak lagi beroperasi aktif sebagai bagian dari proyek penataan usaha (streamlining) di lingkungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG Group.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/5/2026) manajemen menyebut pembubaran tersebut dilakukan terhadap PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA), PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI), dan PT Ciptanugrah Indonesia (CI). Ketiganya merupakan anak usaha langsung maupun tidak langsung dari perseroan.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pemegang saham mayoritas, yakni SIG, melalui surat tertanggal 13 Mei 2026 terkait pembubaran yang diikuti likuidasi terhadap kelompok usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Dalam prosesnya, masing-masing perusahaan telah menandatangani keputusan sirkuler pemegang saham mengenai pembubaran dan penunjukan likuidator.

Keputusan sirkuler pemegang saham ACA ditetapkan pada 19 Mei 2026, sementara ASI dan CI pada 20 Mei 2026. Para pemegang saham juga menyetujui pembentukan tim likuidator yang terdiri dari Fany Wulandari, Andika Lukmana, dan Sri Setio Inantoro untuk menjalankan seluruh proses likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Manajemen menegaskan hal ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Kinerja Kuartal I 2026

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatat laba bersih periode kuartal I tahun 2026 sebesar Rp101,89 miliar, naik 111,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai Rp48,22 miliar.

Capaian ini diperoleh di tengah kondisi industri semen yang mulai menunjukkan geliat pemulihan. Meski tingkat utilisasi industri semen domestik masih berada di kisaran 53,9% dibandingkan total kapasitas industri yang mencapai 124 juta ton.

Di tengah pemulihan pasar yang belum sepenuhnya solid, Perusahaan mampu menjaga pertumbuhan kinerja kuat melalui peningkatan penjualan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta menerapkan operational excellence dalam proses produksi.

Kinerja Keuangan

Kinerja Keuangan

Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten untuk menjaga pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri.

"Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan," ungkap Rizki Kresno Edhi Hambali.

Pada kuartal pertama 2026, Solusi Bangun Indonesia membukukan volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan tersebut turut mendorong pendapatan Perusahaan menjadi sebesar Rp2,56 triliun, atau tumbuh 3,6% YoY. EBITDA mencapai Rp358 miliar, naik 14,3% dari tahun 2025.

Dari sisi operasi, Perusahaan terus memperkuat optimalisasi produksi dan efisiensi energi, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari upaya mendorong operasi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu dampak inisiatif tersebut adalah diterimanya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk Pabrik Lhoknga di Aceh, Pabrik Narogong di Jawa Barat dan Pabrik Cilacap di Jawa Tengah, serta sertifikat Green Label predikat Gold yang diterima untuk Pabrik Tuban di Jawa Timur.

Proyeksi Bisnis

Proyeksi Bisnis

Asperssi memproyeksikan penjualan semen di dalam negeri akan naik sekitar 1%-2% pada 2026. Kinerja positif yang dicapai Solusi Bangun Indonesia pada kuartal I 2026 menjadi momentum bagi Perusahaan untuk meneruskan tren pertumbuhan.

Selain optimalisasi pengelolaan pemasaran dan penjualan serta peningkatan operational excellence, Solusi Bangun Indonesia juga tengah mempersiapkan langkah ekspansi melalui ekspor dari fasilitas dermaga dan produksi di Tuban, Jawa Timur.

Dengan rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi tersebut, Perusahaan akan segera memulai ekspor ke pasar Amerika Serikat. Peningkatan kapabilitas ini diyakini membuka akses ke pasar baru di luar permintaan domestik, sekaligus mendorong peningkatan utilisasi pabrik serta menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih stabil.

"Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetap juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan," pungkas Rizki Kresno Edhie Hambali.

Pada 2026, Perusahaan juga turut berkontribusi dalam sejumlah proyek strategis di antaranya perbaikan jalan Tol Pejagan - Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan percepatan waktu pengerjaan hanya dalam 3 hari. Selain itu, Perseroan juga terlibat dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat sebagai bagian dari penguatan sektor manufaktur regional.

Sumber : Liputan6.com