Semen Indonesia Tebar Dividen Rp 28,33 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya
15 May 2026, 10:43 WIB
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 190,84 miliar. Dividen yang dibagikan itu dari seluruh laba bersih perseroan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat (15/5/2025), PT Semen Indonesia Tbk membagikan dividen setara Rp 28,33 per saham. Perseroan menyatakan, dividen untuk tahun buku 2025 dibayarkan secara proporsional kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal pencatatan atau recording date.
Perseroan membagikan dividen mempertimbangkan data Keuangan per 31 Desemebr 2025 yakni laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 190,84 miliar.
Berikut jadwal pembagian dividen perseroan untuk tahun buku 2025:
- Tanggal efektif pada 8 Mei 2026
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 20 Mei 2026
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 21 Mei 2026
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 22 Mei 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 25 Mei 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 22 Mei 2026
- Tanggal pembayaran dividen pada 11 Juni 2026
Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 13 Mei 2026, saham SMGR turun 0,96% menjadi Rp 2.070 per saham. Harga saham SMGR turun 10 poin menjadi Rp 2.080 per saham. Saham SMGR berada di level tertinggi Rp 2.090 dan level terendah Rp 2.040 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.844 kali dengan volume perdagangan saham 98.133 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,3 miliar.
Kinerja Kuartal I 2026
Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG (SMGR) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I tahun 2026. Sepanjang kuartal ini, volume penjualan SIG naik 1,7% yoy menjadi 8,71 juta ton dari periode yang sama pada tahun 2025 sebanyak 8,57 juta ton.
Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 5,4% yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11% yoy. Pencapaian tersebut bahkan melampaui permintaan semen kantong nasional yang naik 7,0%. Sementara penjualan regional terkontraksi 8% yoy.
BUMN ini juga meraup pendapatan sebesar Rp 8,29 triliun dengan beban pokok pendapatan sebesar Rp6,62 triliun. EBITDA tercatat sebesar Rp 1,06 triliun.
Selain itu, Semen Indonesia mengantongi laba sebelum pajak sebesar Rp 156 miliar dan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 80 miliar.
SIG membuktikan resiliensi di tengah tantangan industri semen domestik yang masih menghadapi overcapacity dan tensi geopolitik yang memberi tekanan kenaikan harga-harga.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, strategi transformasi yang dijalankan SIG berhasil mencatatkan tren pertumbuhan kinerja positif sejak kuartal IV 2025 dan berlanjut sepanjang kuartal I 2026, yang ditandai dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan, hingga laba pada kuartal I tahun 2026.
"Transformasi bisnis yang dilakukan SIG berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio yang menjadi katalis pertumbuhan kinerja Perusahaan," ungkap Vita Mahreyni, Jumat (1/5/2026).
Sisi Biaya
Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan mengalami kenaikan 8,6% yoy seiring meningkatnya volume penjualan serta dampak kenaikan harga bahan bakar dan energi. Di saat yang bersamaan, biaya operasional (termasuk pendapatan dan pengeluaran operasional lainnya) naik sebesar 9% yoy. Namun demikian, berkat tata kelola keuangan yang baik, biaya keuangan bersih tercatat turun sebesar 35,4% yoy.
"Kami berhasil menjaga tren kinerja positif pada kuartal I tahun 2026 berkat disiplin menjalankan transformasi bisnis. Selain kinerja penjualan yang mengalami peningkatan, pendapatan juga tercatat naik 8,3% disertai kenaikan laba sebesar 88,7%. Pencapaian positif ini membuat kami semakin yakin bahwa langkah strategis yang ditempuh berada di jalur yang tepat, sembari terus melakukan evaluasi, adaptif terhadap segala perkembangan, dan memaksimalkan setiap peluang," kata Vita Mahreyni.
Vita Mahreyni menambahkan, SIG melalui anak usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur yang kini ditargetkan operasional pada pertengahan tahun 2026.
"Ekspor akan menjadi segmen penting tidak hanya untuk menyiasati overcapacity industri domestik, tetapi juga meningkatkan utilitas dan mendukung pertumbuhan kinerja yang stabil. Rampungnya proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi di Tuban menjadi tonggak bagi Perusahaan untuk mendorong lebih banyak ekspor semen yang akan menghasilkan margin yang lebih besar, tidak hanya ke Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lainnya," ujar Vita Mahreyni.