Harga Emas Antam Naik Rp 25.000 Hari Ini, Cek Rinciannya

19 May 2026, 09:40 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp 25.000 Hari Ini, Cek Rinciannya

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 25.000 pada perdagangan Selasa ini, setelah turun Rp 5.000 pada perdagangan Senin kemarin.

Mengutip laman logammulia.com, Selasa (19/5/2026), harga emas antam dipatok Rp 2.789.000 per gram. Pada perdagangan sebelumnya, harga emas Antam dibanderol Rp 2.764.000.

Harga buyback emas Antam juga naik dengan angka yang sama. Harga buyback emas Antam hari ini naik Rp 25.000 menjadi Rp 2.594.000 per gram. Untuk diketahui, harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 2.594.000 gram.

Sebagai informasi, harga emas Antam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis 29 Januari 2026 di harga Rp 3.168.000 per gram. Sedangkan harga buyback emas Antam di angka Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi publik.

Daftar Harga Emas Antam

Berikut daftar harga emas Antam hari ini Selasa (19/5/2026) untuk pengambilan Gedung Antam:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.444.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.789.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.518.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 8.252.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.720.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 27.385.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 68.337.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 136.595.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 273.112.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 682.515.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.364.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.729.600.000.

Siap-siap, Harga Emas Bakal Tertekan

Siap-siap, Harga Emas Bakal Tertekan

Harga emas dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Senin, didukung pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Namun, kenaikan harga logam mulia tersebut masih tertahan akibat naIKNya imbal hasil obligasi dan tingginya harga minyak mentah di tengah memanasnya perang Iran.

Mengutip CNBC, Selasa (19/5/2026), harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi USD 4.548,14 per ounce pada pukul 13.41 waktu AS atau 17.41 GMT. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level terendah sejak 30 Maret lalu. Sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni justru ditutup turun 0,1% ke posisi USD 4.558 per ounce.

Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga emas. Indeks dolar tercatat turun 0,3% terhadap sejumlah mata uang utama dunia sehingga membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam sesi perdagangan dan itu menjadi sentimen positif bagi pasar emas," ujar analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff.

Meski demikian, ia mengingatkan kenaikan imbal hasil obligasi berpotensi membatasi penguatan harga emas dalam jangka pendek.

"Jika terus naik, yield obligasi bahkan bisa memberikan tekanan penurunan tambahan terhadap harga logam mulia dalam waktu dekat," kata Wyckoff.

Pangkas Proyeksi Jangka Pendek

Pangkas Proyeksi Jangka Pendek

Tekanan terhadap harga emas juga datang dari pasar obligasi global. Harga obligasi pemerintah di berbagai negara kembali melemah seiring naiknya harga energi akibat perang Iran yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bahkan naik ke level tertinggi sejak Februari 2025.

Dalam kondisi suku bunga dan yield obligasi tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga biasanya menjadi kurang menarik bagi investor. Pelaku pasar cenderung beralih ke aset yang menawarkan keuntungan lebih besar.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia naik sekitar 2% dan menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir karena kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Meski sempat melemah setelah muncul laporan media Iran terkait kemungkinan pelonggaran sanksi AS terhadap minyak Iran, harga minyak jenis Brent tercatat masih melonjak sekitar 55% sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Sebaliknya, harga emas spot justru turun sekitar 13,8% dalam periode yang sama.

Sejumlah bank investasi juga mulai memangkas proyeksi harga emas jangka pendek karena permintaan investor mulai melemah. J.P. Morgan menjadi salah satu lembaga pertama yang menurunkan proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 menjadi USD 5.243 per ounce dari sebelumnya USD 5.708 per ounce.

Sumber : Liputan6.com