Bos BI Pastikan Rupiah Stabil Meski Sempat Sentuh Rp 17.669 per Dolar AS

18 May 2026, 20:10 WIB
Bos BI Pastikan Rupiah Stabil Meski Sempat Sentuh Rp 17.669 per Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkap alasan pergerakan rupiah dinilai masih stabil meski sempat menyentuh level Rp 17.669 per dolar AS. Menurut dia, sebagian besar bank sentral di dunia tidak menjadikan nilai tukar sebagai target utama kebijakan moneter.

Perry mengatakan hanya beberapa negara seperti Singapura dan Hong Kong yang secara khusus menerapkan kebijakan penargetan stabilitas kurs mata uang.

"Sebagian besar negara, termasuk emerging market, menyerahkan nilai tukar kepada mekanisme pasar," kata Perry dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut membuat pergerakan mata uang di banyak negara cenderung berfluktuasi. Meski demikian, depresiasi nilai tukar di suatu negara belum tentu lebih buruk dibanding negara lainnya.

Menurut Perry, Bank Indonesia menggunakan indikator volatilitas untuk mengukur stabilitas pergerakan rupiah. Pengukuran tersebut dilakukan menggunakan standar deviasi sebagai instrumen statistik.

"Volatilitas itu dasarnya standar deviasi. Jadi ukurannya statistik, bukan kembali ke level awal," ujarnya.

Perry menjelaskan, standar deviasi digunakan untuk melihat seberapa besar pergerakan nilai tukar terhadap rata-rata pergerakannya. Dengan metode tersebut, BI dapat memantau stabilitas rupiah secara lebih objektif di tengah dinamika pasar keuangan global.

Rupiah Tertekan, DPR Minta Bank Indonesia Jelaskan Potensi Keluarnya Dana Asing

Rupiah Tertekan, DPR Minta Bank Indonesia Jelaskan Potensi Keluarnya Dana Asing

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai NasDem, Charles Meikyansah, mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global sepanjang 2025. Namun, tekanan rupiah yang masih terjadi juga menjadi perhatian DPR.

Menurut Charles, sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang cukup baik, mulai dari inflasi yang tetap berada dalam target 2,5% dan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%, hingga sistem keuangan yang dinilai stabil.

"Ini tentu capaian yang diinginkan oleh kita semua dan harus terus dijaga oleh Bank Indonesia," ujar Charles dalam rapat bersama Bank Indonesia di Komisi XI DPR RI, Senin (18/5/2026).

Ia juga menyoroti peningkatan cadangan devisa dan perkembangan digitalisasi sistem pembayaran yang dinilai berjalan positif. Menurut dia, kebijakan Bank Indonesia yang mengedepankan stabilitas sekaligus pertumbuhan ekonomi sudah sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Meski demikian, Charles mengingatkan adanya tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang belakangan terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Ia menyinggung kurs rupiah yang telah berada di kisaran 17.600 per USD dan meminta penjelasan terkait indikator "stabilitas rupiah" yang digunakan Bank Indonesia.

"BI menyatakan stabilitas rupiah tetap terjaga. Tetapi faktanya rupiah sudah melemah cukup dalam. Pertanyaannya, apakah ini masih dianggap normal atau sudah masuk tekanan fundamental?" katanya.

Charles juga menyoroti posisi cadangan devisa Indonesia yang disebut mencapai USD 146,2 miliar. Menurut dia, besarnya cadangan devisa memang menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas rupiah, namun ia meminta Bank Indonesia menjelaskan ketahanan devisa apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.

"Dalam tiga bulan terakhir trennya terus turun. Jangan sampai devisa terus terkikis karena intervensi dilakukan terus-menerus," ujarnya.

Potensi Capital Outflow

Potensi Capital Outflow

Selain itu, ia meminta penjelasan terkait potensi capital outflow yang dinilai perlu diwaspadai di tengah ketidakpastian global. Charles mempertanyakan besaran arus modal keluar yang sedang terjadi serta langkah antisipasi yang telah disiapkan Bank Indonesia apabila tekanan pasar semakin besar.

"Kami yakin BI terus berupaya menjaga nilai rupiah. Tapi kami juga ingin tahu skenario terburuk yang sudah disiapkan apabila tekanan terus berlanjut," kata dia.

Sumber : Liputan6.com