Pendaftaran Kupon Subsidi BBM Gratis Jadi Jebakan Hoaks, Simak Penjelasan Pertamina
13 May 2026, 20:00 WIB
Informasi pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis beredar di tengah masyarakat lewat media sosial, kabar tersebut dikemas dengan narasi yang meyakinkan dan link pendaftaran.
Kabar tersebut tentu menggiurkan untuk diikuti. Namun, sebaiknya tidak langsung dipercaya sebab informasi tersebut merupakan jebakan hoaks.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Pertamina tidak menyelenggarakan program pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis.
"Pertamina tidak melaksanakan program seperti di atas (pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis)," kata Baron saat berbincang dengan Liputan6.com, dikutip Rabu (13/5/2026).
Menurut Baron, Pertamina selalu mengumumkan progam perusahaan lewat saluran komunikasi resminya, baik sosial media dan situs resmi.
"Dapat kami sampaikan bahwa program-program yang dilaksanakan Pertamina diberitahukan melalui website atau account resmi Perusahaan," tuturnya.
Hoaks Link Pendaftaran Kupon Subsidi BBM Pertalite Gratis
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran kupon subsidi BBM Pertalite gratis, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada Kamis 7 Mei 2026.
Klaim pendaftaran link kupon subsidi BBM Pertalite gratis berupa unggahan berikut.
"Pemerintah bersama mitra sosial menghadirkan Program Subsidi BBM Gratis untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transportasi dan usaha sehari-hari.
Segera lakukan pendaftaran dan nikmati bantuan subsidi BBM sesuai ketentuan program.
Silahkan daftar sekarang untuk mendapatkan bantuan BBM GRATIS ini
#pertamnina
#indonesia
#bbmgratis
#semuaorang
#fbpro"
Unggahan tersebut menyertakan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.
"https://myregistration-2026.com/BANTUANBBMGRATIS?fbclid=IwY2xjawRqOGJleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFIejlWMUhVQ1FQSW55dXdQc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHlBQ3Fz8I8udEK_MLAeYAxuvRJyHsFf-EVaDXPGk8EMcQvVld7Ds8vn_l78e_aem_IZ7kYk5ksOxHl7wuqgwRMw"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP, provinsi dan nomor Telegram aktif.