Intip Harga Saham BBCA pada Sesi Pertama Hari Ini 4 Mei 2026

04 May 2026, 12:46 WIB
Intip Harga Saham BBCA pada Sesi Pertama Hari Ini 4 Mei 2026

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Senin (4/5/2026). Kenaikan harga saham BBCA terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 0,85% menjadi 5.900 pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Senin pekan ini. Harga saham BBCA dibuka melemah 50 poin menjadi Rp 5.800 per saham. Pada sesi pertama, saham BBCA berada di level tertinggi Rp 5.950 dan terendah Rp 5.800 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 30.412 kali dengan volume perdagangan saham 3.750.875 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,3 triliun.

Di pasar negosiasi, transaksi harian saham BBCA mencapai Rp 1,6 triliun. Harga saham BBCA stagnan di Rp 5.850 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 7.403 dan level terendah Rp 5.850 per saham. Total frekuensi perdagangan saham tiga kali dengan volume perdagangan saham 2.591.149 saham.

Pada hari ini, saham BBCA masuk rekomendasi saham oleh BNI Sekuritas. Dalam catatan BNI Sekuritas, BBCA Spec Buy dengan area beli di 5.850, cutloss di bawah 5.750. Target dekat di 5.950-6.050.

Sementara itu, pada sesi pertama, IHSG ditutup naik tipis 0,17% menjadi 6.968,52. IHSG berada di level tertinggi 7.069,69 dan level terendah 6.953,64. Sebanyak 320 saham melemah sehingga bebani IHSG. 340 saham menguat dan 157 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.573.012 kali dengan volume perdagangan saham 44,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.370.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 1,19%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,05%, dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,93%. Lalu sektor saham basic melesat 0,02%, sektor saham industri bertambah 0,27%, sektor saham properti mendaki 0,31%.

Sementara itu, sektor saham teknologi turun 1,35%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi merosot 1,24%, sektor saham energi terpangkas 0,52%. Lalu sektor saham kesehatan turun 0,35%, sektor saham keuangan terperosok 0,51%.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kredit Naik, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 14,7 Triliun pada Kuartal I 2026

Kredit Naik, BCA Kantongi Laba Bersih Rp 14,7 Triliun pada Kuartal I 2026

Sebelumnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sukses membukukan total laba bersih senilai Rp 14,7 triliun pada kuartal I 2027. Raihan laba bank dengan kode saham BBCA ini didorong oleh pertumbuhan kredit positif mencapai Rp 994 triliun, atau naik 5,6 persen secara tahunan (YoY).

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong menyampaikan, penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2 persen YoY.

Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total dana pihak ketiga (DPK) BCA.

"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idu Fitri yang mendukung kinerja kredit. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden," ujar Hendra dalam konferensi pers paparan kinerja BCA Kuartal I 2026, Kamis (23/4/2026).

Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8 persen YoY.

Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10 persen YoY menjadi Rp 258,4 triliun, atau setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan BCA. Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12 persen YoY dengan outstanding Rp 146 triliun.

Rp 113 Triliun Kredit Hijau

Rp 113 Triliun Kredit Hijau

Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7 persen YoY mencapai Rp 113 triliun. Salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5 persen YoY.

Di sisi lain, rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1 persen dan 1,8 persen. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7 persen dan 174,6 persen.

Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3 persen YoY.

Sumber : Liputan6.com