13 Taman Nasional Bakal Jadi Pilot Project Konservasi Berskala Dunia, Ini Daftarnya
02 May 2026, 20:10 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mencatat, ada 13 Taman Nasional yang akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif.
Menurut dia, pengelolaan Taman Nasional tersebut, nantinya harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.
"Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional," kata Raja kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).
Raja menekankan, prinsip diterapkan adalah pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Karenanya, kehadiran Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional bukan bertujuan untuk mengkomersialkan Taman Nasional kepada pihak swasta. Sebaliknya, mereka bertujuan memprioritaskan kelestarian ekologi.
"Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat," jelas dia.
Pada kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas menyatakan kehadirannya dimaksudkan mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas, salah satunya terkait pengelolaan Taman Nasional.
13 Daftar Taman Nasional
Ia mengatakan pengembangan Taman Nasional bukan hanya dilakukan pemerintah namun seluruh elemen masyarakat.
"Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia," ujar Hashim.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada tanggal 16 April 2026.
Satgas ini diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni dan Wakil Ketua bidang Investasi Mari Elka Pangestu.
Diketahui, berikut daftar 13 Taman Nasional prioritas berdasarkan kategorinya:
1. Mountain Ecosystem, yaitu Bromo Tengger Semeru, Rinjani, dan Lorentz
2. Marine Ecosystem, yaitu Wakatobi, dan Komodo
3. Iconic Species and High Carbon Value, yaitu Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas
4. Lowland/Upland Ecosystem, yaitu Sebangau, dan Gunung Leuser
5. Karst Ecosystem, yaitu Manusela
6. Community Participation and access, yaitu Mutis Timau dan Memberamo Foja.