Bangunan Daycare Little Aresha jadi Sasaran Vandalisme, Temboknya Dipenuhi Coretan Kecaman
29 April 2026, 10:00 WIB
Bangunan daycare Little Aresha yang berada di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menjadi sasaran vandalisme orang tak dikenal. Kejadian itu diduga buntut insiden penganiayaan bayi dan batita yang dititipkan di sana.
Pantaun merdeka.com pada Selasa (28/4/2026), bagian dinding sudah dipenuhi coretan tinta semprot berwarna hitam dan berbagai kata hujatan. Padahal sehari sebelumnya, pada Senin (27/4) siang, rumah bercat krem itu masih bersih dari coretan meski telah terpasang garis polisi.
Salah satu kalimat kecaman yang tertulis di tembok Little Aresha adalah 'Anak Jadi Korban', 'Tidak Ada Rasa Kemanusiaan' dan berbagai hujatan lainnya.
Selain tembok, papan pengumuman, pintu, dan sepeda motor milik pengasuh juga menjadi sasaran vandalisme. Dua sepeda motor juga dicoret dengan cat semprot
Warga yang tinggal tak jauh dari daycare itu menduga coretan protes dilakukan pada Selasa (28/4) dini hari. Sebab, saat warga tersebut melintas pada pukul 21.00 WIB, tembok masih dalam keadaan bersih.
"Semalam belum ada kok. Saya lewat sekitar jam 21.00 WIB masih bersih. Mungkin dicoret-coret pas tengah malam atau dini hari waktu jam sepi," tutur warga itu.
Status Rumah Mengontrak
Sepengetahuan warga, bangunan yang dipakai Little Aresha daycare statusnya mengontrak rumah.
"Itu kontrak rumah. Bukan rumah milik yang punya daycare. Saya lupa kontrak sejak kapan tapi kalau setahun sudah lebihlah ngontrak di rumah itu," ucap warga itu.
Seperti diberitakan sebelumnya polisi menggerebek bangunan yang dipakai Little Aresha untuk membuka daycare pada Jumat (24/4) lalu. Dalam penggerebekan ini polisi mengamankan 30 orang terkait dengan Little Aresha.
Usai dilakukan pemeriksaan, polisi pada Sabtu (25/4) malam menetapkan 13 orang menjadi tersangka atas dugaan aksi tak manusiawi dan penelantaran anak yang dititipkan di Little Aresha. 13 tersangka ini terdiri satu ketua yayasan, satu kepala sekolah dan 11 orang pengasuh.
Reporter: Purnomo Edi/merdeka.com