Sidang Korupsi Netanyahu Kembali Ditunda

28 April 2026, 07:02 WIB
Sidang Korupsi Netanyahu Kembali Ditunda

Setelah mengalami penundaan selama sekitar enam minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan memberikan kesaksian pada Senin (27/4/2026) dalam persidangan pidana yang menjeratnya.

Namun, sekitar 90 menit sebelum sidang dimulai, agenda tersebut tiba-tiba dibatalkan setelah adanya permintaan dari pengacaranya, Amit Hadad. Demikian seperti dikutip dari laporan The Jerusalem Post.

Pemberitahuan resmi dari majelis hakim yang dirilis beberapa jam kemudian pada hari yang sama menyebutkan bahwa pembatalan sidang dilakukan setelah sekretaris utama menerima panggilan telepon dari Hadad. Permintaan tersebut mengacu pada apa yang disebut pihak pembela sebagai "agenda keamanan perdana menteri", seraya menambahkan bahwa rincian lebih lanjut akan disampaikan kepada pengadilan dan jaksa dalam dokumen tertutup.

Persidangan yang dimulai pada tahun 2020 itu kini telah memasuki tahap pembelaan. Namun, proses tersebut berulang kali terganggu oleh perkembangan situasi keamanan dan kondisi masa perang.

Dalam perkara yang dikenal sebagai Kasus 1000, ia dituduh menerima hadiah mewah, termasuk cerutu dan sampanye, dari pengusaha kaya Arnon Milchan dan James Packer, dengan dugaan ia mengambil langkah-langkah yang menguntungkan Milchan. Dalam perkara ini, ia didakwa atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan.

Dalam perkara yang dikenal sebagai Kasus 2000, fokus penyelidikan adalah rekaman percakapan antara Netanyahu dan Arnon Mozes, penerbit Yediot Aharonot. Jaksa menyatakan bahwa keduanya membahas kemungkinan pengaturan pemberitaan yang lebih menguntungkan bagi Netanyahu sebagai imbalan atas langkah-langkah yang dapat melemahkan surat kabar pesaing, Israel Hayom. Dalam perkara ini, Netanyahu didakwa atas penipuan dan pelanggaran kepercayaan, sementara Mozes dituduh melakukan penyuapan.

Dalam perkara yang dikenal sebagai Kasus 4000, atau perkara Bezeq-Walla, Netanyahu dituduh mendorong keputusan regulasi yang menguntungkan Shaul Elovitch, yang saat itu merupakan pemegang saham pengendali Bezeq, sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkan di situs berita Walla yang juga berada di bawah kendalinya. Dalam perkara ini, Netanyahu didakwa dengan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Ia membantah seluruh tuduhan tersebut. Netanyahu menyatakan bahwa hadiah yang diterimanya merupakan bagian dari hubungan pertemanan, bahwa percakapannya dengan Mozes bukan merupakan kesepakatan kriminal, serta tidak ada hubungan timbal balik dalam kasus Walla.

Persidangan ini terus membayangi politik Israel, baik karena Netanyahu menjadi perdana menteri Israel pertama yang memberikan kesaksian sebagai terdakwa dalam perkara pidana maupun karena kasus-kasus tersebut tetap berkaitan dengan perdebatan yang lebih luas mengenai sistem peradilan, kekuatan media, dan batas kewenangan politik.

Sumber : Liputan6.com