Bitcoin Volatil Akibat Ketegangan AS-Iran, Ini Dampaknya ke Strategi Investasi

29 April 2026, 14:00 WIB
Bitcoin Volatil Akibat Ketegangan AS-Iran, Ini Dampaknya ke Strategi Investasi

Per 21 April 2026, pasar global tengah menyoroti meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran seiring mendekatnya tenggat gencatan senjata selama dua minggu. Hingga kini, jalur diplomasi masih belum menunjukkan kepastian, terutama setelah eskalasi kembali terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.

Dikutip dari riset Varntix, Rabu (29/4/2026), kondisi geopolitik ini berdampak langsung pada pasar kripto, khususnya harga Bitcoin. Aset digital tersebut dikenal cepat merespons tekanan global, bukan karena fundamentalnya berubah drastis, melainkan akibat sentimen pasar jangka pendek yang sangat dominan.

Ketika ketegangan meningkat, Bitcoin cenderung bergerak layaknya aset berisiko tinggi, bukan sebagai aset lindung nilai. Likuiditas pasar juga ikut tertekan, membuat pergerakan harga menjadi lebih acak dan sulit diprediksi. Bahkan saat pasar mulai menunjukkan pemulihan, sentimen negatif baru kerap kembali menahan laju kenaikan.

Akibatnya, kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir belum sepenuhnya mencerminkan kepercayaan pasar yang solid. Pergerakan yang terjadi masih bersifat reaktif terhadap isu global, bukan didorong oleh faktor fundamental yang kuat.

Pada saat penulisan, harga Bitcoin berada di kisaran USD 75.900, setelah mencatat kenaikan sekitar 7,9 persen sepanjang bulan ini. Meski prospek jangka panjang dinilai tetap positif, fluktuasi harga dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi perkembangan konflik antara AS dan Iran.

Situasi ini pun memicu pertanyaan di kalangan investor mengenai efektivitas strategi investasi berbasis spekulasi, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Harga Kripto Hari Ini 29 April 2026: Bitcoin Merah, Dominasi Berkurang

Harga Kripto Hari Ini 29 April 2026: Bitcoin Merah, Dominasi Berkurang

Harga Bitcoin berkutat di zona merah pada Rabu (29/4/2026). BTC dalam 24 jam terakhir perdagangan terpantau anjlok 0,66 persen ke level Rp 1,31 miliar per koin.

Melansir data Coinmarketcap, dominasi Bitcoin di pasar kripto pun tergerus 0,11 persen menjadi 59,83 persen.

Berkebalikan dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) mengalami kenaikan harga sebesar 0,12 persen. Sehingga ETH berada di level Rp 39,4 juta per koin.

Peningkatan tipis juga dialami Binance coin (BNB) yang menghijau 0,03 persen dalam 24 jam terakhir ke angka Rp 10,7 juta per koin.

Mata uang kripto papan atas lainnya seperti Cardano (ADA) pun masuk ke zona hijau. ADA tumbuh positif 0,73 persen selama 24 jam terakhir, dan dipatok di level Rp 4.255 per koin.

Aset Lainnya

Di sisi lain, Solana (SOL) terpantau turun 0,63 persen dalam satu hari, dan berada di level Rp 1,4 juta per koin. Penurunan harga juga dialami XRP, yang melemah 0,63 persen ke angka Rp 23.736.

Sementara Koin Meme Dogecoin melesat positif dengan pertumbuhan mencapai 1,97 persen di harga Rp 1.720 per koin.

Stablecoin Tether (USDT) terpantau tidak mengalami perubahan harga dan tetap di kisaran Rp 17.196. USD Coin (USDC) turun tipis 0,01 persen dengan banderol harga Rp 17.194 per koin.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto pada Rabu (29/4/2026) berada di level Rp 44.032 triliun, turun 0,36 persen dalam sehari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir Rp 2.060,73 triliun, membuatnya menurun hingga 17,15 persen.

Sumber : Liputan6.com