Pramono Kukuhkan 117 Petugas Haji DKI Jakarta, Ingatkan Tanggung Jawab dan Jaga Amanah
16 April 2026, 18:05 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah resmi mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) DKI Jakarta 2026 Masehi di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Kamis (16/4/2026).
Sebanyak 117 petugas haji yang dikukuhkan itu terbagi dalam 19 kelompok terbang (kloter) untuk mendampingi 7.819 jemaah haji. Ia berujar bahwa 117 yang dikukuhkan merupakan orang-orang terpilih yang mendapatkan amanah mulia.
"Saudara-saudari adalah orang-orang terpilih yang mendapatkan amanah mulia untuk melayani para jemaah haji. Saudara semua kini memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah," ujar Pramono, Kamis (16/4/2026).
Ia menyampaikan, ratusan petugas haji akan menghadapi berbagai situasi di lapangan, termasuk dalam merespons kondisi darurat jemaah haji yang didampingi. Untuk itu, Pramono mengimbau para petugas agar menjaga kesehatan fisik dan mental sehingga dapat menjalankan tugas secara optimal.
"Ini bukan sekadar penugasan, tetapi merupakan panggilan pengabdian. Layanilah para jemaah dengan hati, bukan semata-mata karena kewajiban atau pengawasan. Jika saudara-saudari melaksanakan tugas dengan tulus, saudara akan merasakan ketenangan dan keberkahan dalam menjalaninya," jelas Pramono.
Sebagai informasi, 19 kloter Provinsi DKI Jakarta terbagi dalam dua gelombang keberangkatan, yaitu tujuh kloter pada gelombang pertama dan 12 kloter pada gelombang kedua.
Ada pun rincian petugas meliputi 41 orang Petugas Haji Daerah (PHD) untuk pelayanan umum, 17 tenaga kesehatan, 19 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 19 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), serta 38 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang terdiri atas 19 dokter dan 19 perawat.
Pemberangkatan Haji Bandara Soekarno-Hatta Dimulai 22 April 2026, Begini Alur Keimigrasiannya
Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memastikan kesiapan layanan bagi puluhan ribu jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada musim haji tahun 1447 H/2026 M.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdana, mengungkapkan bahwa pemberangkatan perdana direncanakan akan berlangsung mulai Rabu, 22 April 2026 mendatang.
"Dapat kami informasikan, pemberangkatan calon jemaah haji melalui Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026. Pada musim haji tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta direncanakan akan melayani keberangkatan sebanyak 35.285 orang," kata Galih, Kamis (16/4/2026).
Puluhan ribu jemaah tersebut berasal dari tiga embarkasi utama di wilayah penyangga Bandara Soekarno-Hatta, yakni Embarkasi Pondok Gede, Embarkasi Bekasi, dan Embarkasi Cipondoh di Kota Tangerang.
Seluruh jemaah tersebut nantinya akan diberangkatkan menggunakan dua maskapai resmi, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.
Proses Keberangkatan Diklaim Lebih Cepat
Galih menegaskan, pihaknya telah mematangkan segala aspek teknis di lapangan guna menjamin kenyamanan para tamu Allah tersebut.
"Untuk mendukung kelancaran pemberangkatan haji kali ini, Imigrasi Soekarno-Hatta juga telah melakukan berbagai persiapan operasional, personil, hingga pengamanan keimigrasian," ujar Galih.
Mengenai alur pemberangkatan, Galih menjelaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan dokumen keimigrasian, termasuk peneraan tanda keluar, dilakukan secara terpusat di masing-masing asrama haji.
Setelah proses tersebut selesai, jemaah diberangkatkan menuju bandara menggunakan bus yang telah disegel dan mendapat pengawalan ketat dari petugas imigrasi.
Setibanya di bandara, para jemaah akan langsung diarahkan ke fasilitas Makkah Route yang berlokasi di Terminal 2. Di sana, mereka akan menjalani pemeriksaan keimigrasian oleh otoritas Arab Saudi.
"Dengan layanan ini, jemaah Indonesia yang tiba di Arab Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan ke pemondokan tanpa harus melalui pemeriksaan keimigrasian pada saat kedatangan di Arab Saudi. Dengan skema ini, proses keberangkatan menjadi lebih cepat, lebih teratur, dan lebih nyaman bagi seluruh calon jemaah haji," pungkasnya.