Trump Umumkan Rencana Perundingan Israel-Lebanon, Pertama dalam 34 Tahun
16 April 2026, 18:04 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana perundingan langsung antara Israel dan Lebanon yang disebut akan menjadi kontak tingkat tinggi pertama dalam lebih dari tiga dekade.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Rabu (15/4/2026), sehari setelah perwakilan diplomatik kedua negara menggelar pembicaraan langsung di Washington, DC. Ia menyebut pertemuan lanjutan antar pemimpin dijadwalkan berlangsung pada Kamis.
"Sudah lama sejak kedua pemimpin berbicara, sekitar 34 tahun. Itu akan terjadi besok," tulis Trump, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (16/4).
Meski demikian, Trump tidak merinci siapa saja pemimpin yang akan terlibat dalam perundingan tersebut. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel maupun Lebanon.
Namun, anggota kabinet keamanan Israel Gila Gamliel menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kemungkinan akan berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Sementara itu, pejabat Lebanon menyatakan belum menerima informasi terkait rencana kontak tersebut.
Upaya diplomatik ini muncul di tengah konflik yang terus meningkat di kawasan. Lebanon terseret dalam perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran sejak awal Maret, setelah kelompok Hizbullah melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.
Sejak itu, operasi militer Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa sekitar 1,2 juta warga mengungsi. Militer Israel juga terus memperluas operasi darat di Lebanon selatan untuk membentuk zona penyangga di perbatasan.
Pada Rabu, Netanyahu menyatakan telah memerintahkan perluasan operasi militer ke arah timur Lebanon selatan. Ia menegaskan langkah tersebut berjalan seiring dengan upaya diplomasi untuk mencapai kesepakatan jangka panjang dengan pemerintah Lebanon, termasuk pelucutan senjata Hizbullah.
Rencana perundingan ini dinilai sebagai potensi langkah awal meredakan ketegangan, meski situasi di lapangan masih menunjukkan eskalasi konflik.