Prabowo Terima Undangan Putin Hadiri Agenda Internasional di Rusia Tahun Ini
14 April 2026, 20:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto menerima undangan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk hadir dalam sejumlah acara di Rusia pada bulan Mei dan Juli 2026.
Undangan ini disampaikan Putin pertemuan dengan Prabowo di Istana Kremlin, Rusia pada Senin, 13 April 2026.
"Presiden Putin juga menyampaikan undangan bagi Presiden Prabowo untuk menghadiri acara di Kazan yang akan diselenggarakan pada bulan Mei dan juga pameran industri besar yang akan dilaksanakan pada bulan Juli yang akan datang," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).
Menurut dia, undangan tersebut merupakan bagian memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia. Sugiono berharap hubungan Rusia dan Indonesia dapat membawa kebaikan untuk kedua negara.
"Dalam rangka bagian dari memperkuat hubungan kedua negara yang diharapkan bisa menjadi semakin intensif yang membawa kebaikan bagi kedua belah pihak," ujarnya.
Di sisi lain, Sugiono menyampaikan pertemuan Prabowo dan Putin membahas kerja sama ekonomi, perdagangan, pertanian, hingga energi untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Kedua pemimpin negara juga membahas perkembangan geopolitik dunia.
"Selain pertemuan bilateral juga dilakukan pertemuan tete a tete (empat mata) dalam format makan siang bersama yang juga membahas beberapa hal terkait dengan perkembangan geopolitik yang menjadi concern juga bagi kedua negara," kata dia.
Upaya Perdamaian
Sugiono menekankan bahwa Rusia merupakan salah satu mitra penting Indonesia, khususnya di bidang perdagangan dan ekonomi. Sehingga, kedua pemimpin negara membahas upaya penguatan kerja sama ekonomi.
"Beberapa rencana ke depan juga dilakukan di seputar perkuatan hubungan ekonomi kedua negara dan hubungan antar warga negara baik itu Rusia maupun Indonesia," jelas dia.
Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Rusia sepakat untuk terus memperkuat struktur multilateral, kemudian menghormati, melakukan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian.
"Kemudian juga yang pasti kaitannya dengan keamanan dan kestabilan kawasan di mana semuanya harus bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik khususnya antara Indonesia dan Rusia," pungkas Sugiono.