Momen Keakraban Prabowo dan Putin saat Antar Kepulangan dari Rusia
14 April 2026, 11:01 WIB
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai akhir pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4) malam.
Usai rangkaian pertemuan bilateral yang berlangsung intensif dan produktif antara Prabowo dan Putin, Putin secara langsung mengantar Prabowo hingga ke depan kendaraan resmi yang menjemput di halaman Istana Kremlin.
Gestur tersebut mencerminkan eratnya hubungan personal kedua pemimpin negara Indonesia-Rusia sekaligus menjadi simbol penghormatan dan persahabatan antar kedua negara.
Sebelum berpamitan, Prabowo dan Putin juga saling bertukar cinderamata sebagai tanda persahabatan dan kenang-kenangan atas pertemuan keduanya.
Tukar Cinderamata
Putin memberikan cinderamata berupa samovar, alat tradisional dari Rusia untuk memasak air dan merebus teh.
Sementara Prabowo memberikan vas bunga bercorak batik khas Indonesia serta miniatur Candi Borobudur kepada Putin sebagai simbol kekayaan budaya dan warisan peradaban bangsa Indonesia.
"Ini dari Indonesia khusus, vas. Ini juga miniatur Borobudur," ujar Prabowo ke Putin.
Putin pun terkesima akan cinderamata yang diberikan oleh Prabowo dan secara langsung mengucapkan rasa terima kasihnya.
"Terima kasih banyak Yang Mulia," ujar Putin ke Prabowo.
Pertukaran cinderamata tersebut menjadi simbol penghormatan, persahabatan, serta komitmen kedua negara untuk terus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin erat selama ini.
Usai Bertemu Putin, Prabowo Terbang ke Paris Temui Presiden Macron
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo Subianto melanjutkan langkah diplomasi strategisnya di Eropa, usai melakukan pertemuan selama lima jam dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin, 13 April 2026.
Prabowo bersama rombongan terbatas tiba di di Paris, Prancis, pada Senin, 13 April 2026, pukul 23.50 waktu setempat.
"Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris," kata Teddy dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa (14/4/2026).
Menurut dia, durasi pertemuan yang cukup panjang tersebut mencerminkan kedalaman pembahasan serta keseriusan Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kemitraan strategis. Khususnya di sektor energi, sumber daya mineral, dan pengembangan industri nasional.
Setibanya di Paris, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melanjutkan agenda diplomasi strategis melalui pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan akan berlangsung di Istana lyse.
"Besok Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana lyse untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara," ungkap Teddy.
Teddy menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama bilateral. Namun, juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global.
"Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia," jelas Teddy.