Trump Dinilai Utamakan Kepentingan Nasional, Dubes Jerman Ralf Beste: Eropa Harus Lebih Mandiri
14 April 2026, 17:04 WIB
Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste menyatakan bahwa Eropa harus bersiap menghadapi kemungkinan berkurangnya peran kepemimpinan Amerika Serikat dalam sistem internasional.
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan untuk lebih mengedepankan kepentingan nasional dibandingkan memainkan peran sebagai pemimpin dunia Barat.
"Jika sebelumnya Amerika Serikat berperan sebagai pemimpin, kini mereka lebih sering bertindak sendiri dibanding memimpin sekutu," ujar Ralf Beste dalam dalam forum bertajuk The Middle Power Moment, Rethinking the World Order and the Roles of Middle Powers pada Selasa (14/4/2026) di St. Regis Hotel, Jakarta yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Ia menambahkan, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai masa depan "Barat" sebagai sebuah proyek bersama yang berakar pada nilai-nilai Pencerahan Eropa.
Meski demikian, hubungan bilateral antara Jerman dan Amerika Serikat disebut tetap kuat. Kedua negara memiliki sejarah panjang, termasuk ikatan budaya dan kerja sama strategis yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Hubungan tersebut, lanjutnya, bersifat saling menguntungkan dan akan terus dijaga. Jerman juga berkomitmen untuk terus mengingatkan publik serta pembuat kebijakan di Amerika Serikat mengenai pentingnya kemitraan dengan Eropa.
Dubes Ralf Beste: Negara Eropa Mesti Tingkatkan Investasi Pertahanan
Di sisi lain, Eropa dinilai tidak dapat lagi sepenuhnya bergantung pada dukungan AS, khususnya dalam sektor keamanan. Oleh karena itu, negara-negara Eropa didorong untuk meningkatkan investasi pertahanan dan memperkuat kapasitas internal.
"Kita harus mengisi celah yang muncul, meningkatkan upaya, dan berinvestasi lebih besar dalam keamanan sebagai fondasi kemakmuran," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada satu negara Eropa pun yang mampu menggantikan posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan global secara individual. Sebagai alternatif, Uni Eropa dipandang memiliki potensi untuk memainkan peran lebih besar melalui pendekatan kolektif.
Menurutnya, dinamika politik di sejumlah negara Eropa menunjukkan bahwa dukungan terhadap integrasi regional tetap kuat, meski sempat menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir.
Kendati mendorong kemandirian, Jerman menegaskan bahwa Eropa tidak akan meninggalkan Amerika Serikat. Kemitraan transatlantik tetap dipandang sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas global.
"Kami tidak menyerah pada hubungan ini. Kami percaya bahwa arah kerja sama Barat masih sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat," ujarnya.
Ke depan, Eropa diharapkan mampu menyeimbangkan upaya memperkuat kemandirian strategis dengan menjaga hubungan erat bersama Amerika Serikat di tengah perubahan geopolitik global.