Pangkas Konsumsi BBM Impor, PLN Punya 21 Proyek Besar
14 April 2026, 12:20 WIB
PT PLN (Persero) siap memulai eksekusi 21 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), termasuk yang ditopang dengan sistem penyimpanan energy baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) pada Semester I 2026. Langkah ini diinisiasi untuk mengalihkan konsumsi BBM impor di sektor ketenagalistrikan.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, inisiasi proyek PLTS ini dimaksudkan untuk menggeser energi mahal menjadi energi yang lebih murah. Sekaligus mengalihkan pemakaian energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT,K.
"Untuk itu di semester 1 sudah ada 21 proyek PLTS dan juga PLTS + battery energy storage system yang sudah siap dieksekusi. Ini masih akan ditambah dengan program-program spesifik menggunakan battery energy storage system dalam skala yang besar," ungkapnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Selasa (14/4/2026).
"Dan juga PLTS dalam skala yang besar untuk agar bisa mengurangi konsumsi BBM yang masih berbasis pada impor," dia menekankan.
Menurut proyeksi PLN, 21 proyek PLTS ini ditargetkan bisa commercial operation date (COD) mulai 2026 ini hingga 2028 mendatang. Seluruhnya diestimasi memiliki total kapasitas hingga 513 MWp.
Daftar Proyek
Berikut daftar 21 proyek PLTS+BESS yang siap dieksekusi:
- PLTS Belinyu, Belitung (1 MWp), COD 2027
- PLTS Weda, Maluku Utara (5 MWp), COD 2028
- PLTS Timika, Papua Tengah (10 MWp), COD 2027
- PLTS Terapung Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (100 MWp), COD 2027
- PLTS Terapung Saguling, Jawa Barat (60 MWp), COD 2027
- PLTS Bawean, Jawa Timur (6 MWp), COD 2028
- PLTS Bawean, Jawa Timur (3 MWp), COD 2029
- PLTS Terapung Karangkates, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027
- PLTS Sepanjang-1, Jawa Timur (1 MWp), COD 2027
- PLTS Sepanjang-2, Jawa Timur (0,6 MWp), COD 2027
- PLTS Sumba-1 (5 MWp), COD 2026
- PLTS Sumba-2, NTT (5 MWp), COD 2027
- PLTS Sumba-3, NTT (5 MWp), COD 2027
- PLTS Alor, NTT (1,2 MWp), COD 2026
- PLTS Lembata-1, NTT (3 MWp), COD 2026
- PLTS Lembata-2, NTT (3 MWp), COD 2026
- PLTS Rote-1, NTT (1,2 MWp), COD 2026
- PLTS Rote-2, NTT (2 MWp), COD 2026
- PLTS Rote-3, NTT (1 MWp), COD 2028
- PLTS + BESS Banyuwangi, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027
- PLTS + BESS Pagerwojo, Jawa Timur (100 MWp), COD 2027
Stop Operasional 741 PLTD
Selaras dengan itu, PT PLN (Persero) juga siap menghentikan operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbasis BBM di 741 lokasi. Sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang hendak mengalihkan pemakaian energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT) berbasis sumber daya lokal dan ramah lingkungan.
"PLN sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 lokasi pembangkit listrik tenaga diesel, dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo pada kesempatan sama.
Darmawan mengatakan, pihaknya juga telah memetakan sejumlah energi hijau berbasis air pada lokasi tersebut, sebagai pengganti dari PLTD yang mengandalkan konsumsi BBM.
"Kalau tidak ada, maka kami merancang dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dilengkapi dengan battery energy storage system (BESS)," imbuh dia.
PLTS Jadi Pengganti
Menurut perhitungan PLN, sebanyak 741 PLTD yang bakal disetop operasionalnya punya total kapasitas sebesar 1.076,04 MW. Sebagai pengganti, perseroan menyiapkan PLTS dengan total kapasitas sebesar 3,21 GWp, dan total kapasitas BESS hingga 9,03 GWh.
Darmawan berkomitmen, pihaknya bakal segera mengurangi penggunaan energi berbasis BBM yang masih mengandalkan impor dan menelan ongkos mahal.
"Sehingga bukan hanya energy security bisa ditingkatkan, tetapi juga cost dari energy juga bisa lebih rendah, dan juga bagaimana pergeseran dari energy fosil menjadi energy baru dan terbarukan," tuturnya.