Polda Sulut Sebut Video Aipda Vicky Katiandagho Kenang-kenangan Pensiun, Bukan Bentuk Kekecewaan
04 April 2026, 22:22 WIB
Nama Vicky Katiandagho viral di media sosial. Sejumlah akun menarasikan polisi berpangkat Aipda itu memilih mundur dari Korps Bhayangkara setelah dimutasi diduga karena kasus korupsi yang ditanganinya.
Polda Sulut mengaku narasi yang beredar pada di sejumlah akun sosmed tidak benar.
"Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks atau mendiskreditkan institusi. Loyalitas yang bersangkutan terhadap Polri tetap terjaga, dan narasi kekecewaan yang viral tersebut terbukti tidak benar," kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Menurut Kabid Humas, gambar pada video yang beredar sudah diklarifikasi langsung oleh Biro Paminal Bidpropam Polda Sulut pada Aipda Vicky. Menurut Polda Sulut, gambar itu ada bagian dari video yang dibuat Aipda Vicky tanda terima kasih dan kenang-kenangan sebelum resmi pensiun dini.
"Dalam komunikasi yang dilakukan pada Kamis, 2 April 2026, VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Namun, video asli tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada institusi Polri," ucap dia.
Diklaim Polda Sulut, Vicky justru tak pernah mengizinkan pihak mana pun untuk menambahkan narasi provokatif pada videonya. Sebab video itu dibuat sebagai tanda bangganya pada institusi yang pernah menjadi tempatnya bekerja.
"Dalam video tersebut, VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap institusi Polri. Ia menegaskan komitmennya dengan semboyan "Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara," ujarnya.
Aipda Vicky jadi Korban Pihak Tak Bertanggung Jawab
Atas hal itulah, Polda Sulut justru melihat Aipda Vicky sebagai korban penyalahgunaan konten oleh pihak ketiga.
"Hasil klarifikasi menunjukkan subjek tidak terlibat. Loyalitasnya tetap terjaga dan narasi kekecewaan itu tidak benar," katanya.
Video Tak Terkait Mutasi Aipda Vicky
Polda Sulut kembali memastikan video itu dibuat bukan karena kegundahan atau kecewa Aipda Vicky pada Polri atas mutasi yang diterima dampak kasus yang ditangani. Dipastikan, mutasi Aipda Vicky ke Polres Kepulauan Talaud adalah rotasi biasa dalam tubuh Polri atau tour of duty dan tour of area.
"Mutasi tersebut merupakan hal yang lumrah dalam organisasi Polri. Hal ini adalah bagian dari Tour of Duty dan Tour of Area demi penyegaran organisasi dan rutinitas penempatan personel," ucap dia.
Sebab menurutnya, Vicky sendiri memang sejak 2025 mengajukan pengunduran diri. Bukan karena tekanan atau sanksi tapi pilihan sendiri.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sudah diedit sedemikian rupa. Pengunduran diri yang bersangkutan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri," ujarnya.
Vicky sebelumnya bertugas di Unit Tipikor Satreskrim Polres Minahasa. Ia lalu dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud bersama 20 bintara lain berdasarkan Kep 534/X/2024.
"Vicky di tahun 2024, masuk dalam SKEP mutasi tour of duty, tour of area, berdasarkan Kep 534/X/2024 ttg Mutasi rutin 20 pers bintara. Yang bersangkutan mutasi dari Polres Minahasa ke Polres Talaud," ucap dia.
"Jadi ini hal yang biasa dilakukan," sambung dia.
Selama bertugas, Vicky memang ikut menangani beberapa perkara korupsi. Sebagian kasus sudah P21, sementara lainnya masih berjalan.
Dia kembali menegaskan, mutasi tersebut tidak berkaitan dengan penanganan kasus korupsi. Penanganan perkara tetap berjalan karena ditangani tim, bukan individu.
"Menjelaskan penanganan perkara bukan dia sendiri yang pegang, melainkan tim/unit," kata Alamsyah.