China Jadi Raja Baru Impor Mobil ke Australia, Jepang Tergeser

05 April 2026, 15:26 WIB
China Jadi Raja Baru Impor Mobil ke Australia, Jepang Tergeser

Industri otomotif global kembali mengalami pergeseran besar. Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, China berhasil menggeser Jepang sebagai pemasok mobil terbesar ke Australia, menandai babak baru dalam persaingan pasar otomotif internasional.

Berdasarkan laporan dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) yang dikutip Carnewschina, pada Februari 2026 China mencatatkan pengiriman sebanyak 22.362 unit kendaraan ke Australia. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan Jepang yang membukukan 21.671 unit pada periode yang sama.

Capaian ini sekaligus mengakhiri dominasi Jepang yang telah berlangsung sejak 1998 sebagai eksportir utama kendaraan ke Negeri Kanguru.

Keberhasilan China tidak hanya menggeser Jepang, tetapi juga melampaui negara-negara lain seperti Thailand dan Korea Selatan dalam hal suplai kendaraan ke Australia.

Perubahan ini bukan terjadi secara instan. Dalam beberapa tahun terakhir, ekspansi produsen otomotif China ke pasar global berlangsung sangat agresif, termasuk ke Australia yang dikenal sebagai pasar terbuka.

Sejak 2020, tercatat setidaknya 10 merek baru masuk ke pasar Australia, sebagian besar memproduksi kendaraan di China. Sejumlah brand yang berperan besar antara lain BYD, MG Motor, Chery, hingga Great Wall Motor.

Merek-merek tersebut menawarkan kombinasi menarik berupa harga kompetitif, teknologi modern, serta fokus kuat pada kendaraan elektrifikasi.

Pertumbuhan mobil asal China di Australia tergolong sangat pesat. Pangsa pasarnya meningkat dari kurang dari 5 persen pada 2020 menjadi sekitar 20 persen pada 2025.

Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik, baik battery electric vehicle (BEV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Produk asal China dinilai mampu menawarkan harga lebih terjangkau dengan fitur yang tidak kalah canggih.

Menariknya, sejumlah produsen global seperti Tesla dan BMW juga memproduksi kendaraan mereka di China untuk kemudian diekspor ke Australia. Hal ini turut berkontribusi pada meningkatnya angka impor dari negara tersebut.

Bukti Dominasi China

Australia dikenal sebagai salah satu pasar otomotif paling terbuka di dunia. Minimnya hambatan masuk memungkinkan berbagai merek baru bersaing secara langsung, baik dari segi harga, teknologi, maupun desain.

Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi konsumen karena pilihan kendaraan semakin beragam, dengan fitur yang lebih canggih dan harga yang kompetitif.

Meski demikian, secara keseluruhan pasar otomotif Australia pada Februari 2026 mengalami sedikit penurunan. Total penjualan tercatat sebanyak 90.712 unit, turun sekitar 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti kuat dominasi China di industri otomotif global. Saat ini, China tidak hanya menjadi pasar mobil terbesar di dunia, tetapi juga produsen sekaligus eksportir kendaraan terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan keunggulan di sektor kendaraan listrik, efisiensi produksi, serta inovasi teknologi, produsen otomotif China diprediksi akan terus memperluas pengaruhnya di pasar internasional, termasuk di kawasan Asia Pasifik dan Eropa.

Perubahan peta kekuatan ini menjadi sinyal bahwa persaingan industri otomotif global akan semakin dinamis, dengan China sebagai pemain utama yang sulit dibendung.

Sumber : Liputan6.com