Restrukturisasi Berbuah Manis, WIKA Turunkan Utang Rp3,87 Triliun Sepanjang 2025

03 April 2026, 18:27 WIB
Restrukturisasi Berbuah Manis, WIKA Turunkan Utang Rp3,87 Triliun Sepanjang 2025

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menunjukkan komitmen dalam menjalankan transformasi dan penyehatan keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan kontrak baru sebesar Rp17,46 triliun, yang berkontribusi pada total kontrak berjalan sebesar Rp50,52 triliun.

Dari capaian tersebut, WIKA berhasil mencatatkan penjualan sebesar Rp20,45 triliun, terdiri dari Penjualan non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp13,33 triliun dan Penjualan KSO sebesar Rp7,12 triliun. Kinerja ini turut mendorong laba kotor perseroan sebesar Rp1,13 triliun.

Pendapatan dan Laba Kotor Tumbuh, Margin Makin Solid

Gross Profit Margin (GPM) Perseroan tercatat meningkat dari 7,9% di tahun 2024 menjadi 8,5% di tahun 2025. Peningkatan margin tersebut terutama berasal dari core business Perseroan yaitu infrastruktur & gedung dan EPCC.

Keunggulan operasi dan pengelolaan proyek WIKA juga ditunjukan dengan EBITDA operasi yang positif sebesar Rp426,52 miliar. Hal ini mencerminkan kinerja operasi yang semakin baik (Operation excellence) di tengah proses restrukturisasi yang sedang berjalan.

Utang dan Beban Keuangan Menurun

Di sisi lain, Perseroan juga terus merealisasikan upaya perbaikan struktur keuangan dengan mencatatkan penurunan pada utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun, atau menurun 29,5% dan 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukan kemampuan Perseroan dalam melakukan pengelolaan proyek secara unggul dan berkelanjutan, serta komitmen Perseroan untuk terus menurunkan kewajiban dan menjaga keseimbangan arus kas di tengah tekanan industri.

Selain mengupayakan operation excellence dan perbaikan struktur permodalan, Perseroan melalui 8 langkah stream penyehatan keuangan juga terus mengupayakan percepatan penyelesaian piutang baik melalui mediasi hukum maupun upaya penagihan. Terbukti Perseroan mampu menurunkan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun atau sebesar 29,2% menjadi Rp4,58 triliun, dan nilai pekerjaan dalam proses konstruksi sebesar Rp1,15 triliun atau sebesar 34,6% di tahun 2025.

Perkuat Kinerja dan Permodalan

Corporate Secretary WIKA, Ngatemin (Emin), menyampaikan bahwa Perseroan terus berupaya meningkatkan kinerja operasi dan melakukan perbaikan struktur permodalan.

"Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui 8 stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan Perseroan. Di tahun ini Perseroan akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi Perseroan," ujar Emin.

Lebih lanjut, Emin menyampaikan bahwa Perseroan meyakini langkah transformasi yang dilakukan memerlukan dukungan berbagai pihak, baik pemegang saham, kreditur, mitra kerja maupun seluruh stakeholder lainnya.

Dalam upaya penyehatan, Perseroan akan memperkuat komunikasi dengan Pemegang Saham Mayoritas demi mengamankan dukungan, sekaligus menggandeng seluruh kreditur agar rencana berjalan optimal.

(*)

Sumber : Liputan6.com