Panduan Lengkap Cek Ban Mobil Setelah Perjalanan Jauh Mudik

04 April 2026, 18:27 WIB
Panduan Lengkap Cek Ban Mobil Setelah Perjalanan Jauh Mudik

Libur Lebaran 2026 telah usai, dan aktivitas masyarakat kini kembali normal. Setelah menempuh perjalanan jauh saat mudik, ada satu komponen kendaraan yang wajib mendapat perhatian ekstra adalah ban. Sebagai satu-satunya bagian kendaraan yang langsung bersentuhan dengan jalan, kondisi ban sangat menentukan keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Tingginya intensitas penggunaan kendaraan selama mudik membuat ban bekerja lebih keras dari biasanya. Oleh karena itu, melakukan pengecekan ban pasca-Lebaran bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penting untuk mencegah risiko di jalan.

Perjalanan jauh saat mudik membuat ban menghadapi berbagai kondisi ekstrem, seperti jarak tempuh panjang yang mempercepat keausan tapak ban, suhu jalan panas yang meningkatkan temperatur ban, beban kendaraan berlebih dari penumpang dan barang, dan kondisi jalan yang beragam, mulai dari mulus hingga rusak.

Kombinasi faktor tersebut dapat menurunkan performa ban. Dampaknya bisa berupa getaran saat berkendara, suara bising, hingga menurunnya kemampuan pengereman.

Agar tetap aman dan nyaman digunakan sehari-hari, berikut beberapa hal penting yang wajib diperiksa seperti dilansir dari keterangan resmi Bridgestone Indonesia:

1. Cek Tekanan Angin Ban

Tekanan angin yang tidak sesuai adalah penyebab utama masalah ban. Pastikan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya tertera di pilar pintu mobil). Periksa juga ban serep, serta waspadai kebocoran halus akibat paku atau benda tajam.

Sebagai catatan, tekanan angin kurang bisa menyebabkan panas berlebih, merusak struktur ban, hingga berisiko pecah ban.

2. Perhatikan Kondisi Dinding Samping Ban

Cek secara visual bagian samping ban untuk menemukan tanda kerusakan seperti benjolan (bulging) akibat benturan, retakan halus (crack) karena panas dan usia pakai.

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera ganti ban. Kerusakan ini tidak bisa diperbaiki dan sangat berbahaya jika dibiarkan.

3. Evaluasi Tingkat Keausan Ban

Perhatikan apakah ban mengalami keausan yang tidak normal, seperti bagian tengah lebih cepat aus (tekanan terlalu tinggi), sisi ban lebih aus (tekanan kurang), atau keausan tidak merata (indikasi masalah spooring).

Untuk mengatasinya, lakukan Spooring dan Balancing untuk mengembalikan stabilitas kemudi, serta rotasi ban agar keausan lebih merata.

Ban yang sudah aus lebih rentan terhadap tusukan dan berisiko mengalami hydroplaning saat jalan basah.

Melakukan pengecekan ban setelah mudik bukan hanya soal perawatan, tapi juga langkah mitigasi risiko. Manfaatnya antara lain mencegah kerusakan ban yang lebih parah, menghindari risiko pecah ban di jalan, menjaga performa kendaraan tetap optimal, dan memperpanjang usia pakai ban.

Sumber : Liputan6.com