Kebiasaan Makan yang Diam-Diam Bisa Picu Batu Ginjal

01 April 2026, 11:00 WIB
Kebiasaan Makan yang Diam-Diam Bisa Picu Batu Ginjal

Pola makan berpengaruh terhadap kesehatan ginjal. Seseorang yang mengonsumsi protein berlebihan bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami batu ginjal.

"Protein ini akan dipecah menjadi asam urat dan oksalat, nah itu kan bahan dari batu ginjal," tutur dokter Mochamad Sri Herlambang dari RS EMC Tangerang.

Selain protein berlebihan, seseorang yang mengonsumsi terlalu banyak garam dan gula serta pengawet juga punya risiko alami batu ginjal lebih tinggi.

Lalu, saat ini bukan cuma orang tua yang kena batu ginjal. Anak muda bahkan remaja pun bisa. Berdasarkan pengalaman di ruang praktik, dokter yang karib disapa Gilang pun kini sudah menangani anak remaja alami batu ginjal.

"Sekarang, di lapangan, saya juga kerjakan anak kena batu ginjal Usia 14 -15 tahun. Itu kenapa? Karena terlalu makan banyak protein, makanan manis dan pengawet," tuturnya dalam Healthy Monday antara Liputan6.com dengan EMC Healthcare pada Senin, 31 Maret 2026.

Seseorang yang konsumsi gula dan garam tinggi apalagi ditambah dengan kebiasaan minum air putih yang sedikit juga meningkatkan risiko kena batu ginjal. Kurang minum air putih membuat zat-zat pembentuk batu ginjal seperti oksalat, kalsium fosfat, dan asam urat mengkristal. Kemudian dapat berkembang menjadi batu ginjal.

Maka dari itu, salah satu upaya pencegahan batu ginjal dengan cukup minum air putih. Minum air putih membuat zat tersebut tetap larut dan tidak membentuk kristal seperti disampaikan dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi, Pujiwati, dari RS EMC Pulomas.

"Maka minum air putih cukup supaya meluruhkan batu tadi," kata Pujiwati di kesempatan yang sama.

Meski begitu bukan berarti harus minum air putih banyak bahkan sampai 5 liter ya. "Itu juga tidak boleh, konsumsi air terlalu banyak bisa membebani kerja ginjal," tuturnya.

Kapan Sebaik Memeriksakan Diri?

Kapan Sebaik Memeriksakan Diri?

Gilang menjelaskan bahwa pemeriksaan fungsi ginjal sebaiknya dilakukan berdasarkan faktor risiko pasien. Jika seseorang memiliki riwayat hipertensi, batu ginjal, atau riwayat penyakit keluarga, pemeriksaan perlu dilakukan lebih awal.

Namun bila tidak ada gejala dan faktor risiko, pemeriksaan tetap disarankan terutama pada usia di atas 50 tahun setiap enam bulan sekali. Ketika ada pasien yang memiliki gejala maka USG langsung dilakukan.

"Kalau ada gejala seperti sakit pinggang, urine berdarah, atau urine berbusa, pasien bisa langsung dilakukan USG ginjal dan kantong kemih untuk melihat sumber masalahnya," ucapnya.

Sumber : Liputan6.com