Catatan Rayhan Cornelis RayakanLebaran di Belanda: Puasa di Musim Dingindan Rindu Opor Ayam

27 March 2026, 22:00 WIB
Catatan Rayhan Cornelis RayakanLebaran di Belanda: Puasa di Musim Dingindan Rindu Opor Ayam

Masih ingat Rayhan Cornelis Vandennoort? Ya, aktor cilik ini dikenal publik lewat sederet film horor seperti Rumah Kentang: The Beginning hingga Bayi Ajaib. Pada libur Lebaran 2026, Rayhan Cornelis berbagi catatan soal serunya merayakan Idulfitri di Negeri Kincir Angin, Belanda. Tak hanya Lebaran, Rayhan Cornelis mencicipi manisnya puasa Ramadan di Eropa yang berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia. Di Belanda, aktor kelahiran 9 Desember 2011 ini mesti puasa selama 12 hingga 18 jam, tergantung musim. Saat Lebaran, Rayhan Cornelis kangen opor ayam hingga bakso.

"(Ramadan dan Lebaran) sangat berbeda dengan di Indonesia. Karena di lingkungan rumah saya tidak ada masjid yang dekat. Saya rindu suara orang membangunkan sahur dan suara azan. Di sini suasana Ramadan-nya tak seperti di Indonesia," katanya saat dihubungi Showbiz Liputan6.com, Jumat (27/3/2026). Rayhan Cornelis beruntung karena Ramadan tahun ini berbareng dengan musim dingin.

Durasi puasanya relatif lebih singkat bahkan hampir sama dengan Indonesia, sekitar 12 hingga 13 jam. Kondisinya akan sangat berbeda jika Ramadan jatuh pada musim panas. Terasa lebih berat sekaligus menguras fisik mengingat waktu siang hari jauh lebih lama di belahan bumi utara.

"Kalau puasa saat musim dingin itu enak, durasinya enggak terlalu panjang. Hanya cuacanya sangat dingin. Jadi rasanya seperti berpuasa di Indonesia, tapi dengan suhu lebih ekstrem. Kalau musim panas, durasi puasanya benaran panjang," Rayhan Cornelis memaparkan.

Perjuangan Ikut Salat Id

Perjuangan Ikut Salat Id

Rayhan Cornelis menjelaskan, saat musim panas, umat Muslim di Belanda sahur jam 4 pagi dan baru berbuka saat Magrib jam 10 atau setengah 11 malam. Dengan kata lain, durasi puasa mencapai 18 jam. Saat merayakan Lebaran, tantangannya beda lagi. Di sana tak banyak masjid.

Untuk salat Id, butuh usaha lebih. "Kami harus naik mobil cukup jauh, kurang lebih 1,5 jam demi bisa ikut salat Id (di masjid terdekat). Belum lagi urusan parkir di Belanda yang sangat susah dan harganya luar biasa mahal," Rayhan Cornelis berbagi cerita.

Opor Ayam, Bakso, Satai Ayam

Opor Ayam, Bakso, Satai Ayam

Meski bukan kali pertama merayakan Lebaran di Belanda, Idulfitri tahun ini tetap terasa istimewa. Rayhan Cornelis menghadiri undangan dari kerabat ibunda, Dewi Mas, di hari kedua Idulfitri. Acara tersebut perpaduan perayaan ulang tahun dan halal bihalal warga Indonesia di Belanda.

Beragam pusaka kuliner Nusantara disajikan dalam acara tersebut dari opor ayam, bakso, satai ayam, dendeng, karedok, sambal goreng ati, dan rendang. "Baksonya enak sekali, sampai adik saya, Kayhan, tambah tiga kali," serunya.

Dapat THR dari Ayah

Dapat THR dari Ayah

Meski berada di negeri orang, tradisi khas Indonesia tak pernah dilupakan. Selain maaf-maafan, ada tradisi pembagian Tunjangan Hari Raya (THR). Sebagai informasi, ayah Rayhan Cornelis berdarah Belanda.

Tradisi pembagian THR tetap dilaksanakan. Rayhan Cornelis semringah mendapat THR dari ayah tersayang. "Dapat THR dari Daddy kalau saya jadi anak baik saja," Rayhan Cornelis mengakhiri.

Sumber : Liputan6.com