Apple Business Resmi Hadir di 200 Negara, Kelola iPhone dan Branding Bisnis dalam Satu Platform
25 March 2026, 20:00 WIB
Apple resmi memperkenalkan platform baru bernama Apple Business, di mana yang dirancang menjadi solusi all-in-one untuk membantu pelaku usaha dari skala kecil sampai perusahaan besar.
Perusahaan asal Cupertino itu menjelaskan, Apple Business dirancang untuk membantu bisnis mengelola perangkat, aplikasi kerja, komunikasi internal, hingga identitas merek dalam satu tempat.
Apple menyebutkan, layanan ini akan tersedia secara global, termasuk Indonesia pada 14 April 2026 mendatang.
"Apple Business merupakan lompatan besar dalam komitmen perusahaan membantu pelaku usaha menjalankan dan mengembangkan bisnisn," kata Susan Prescott, Vice President of Education and Enterprise Marketing, dikutip dari laman resmi Apple, Rabu (25/3/2026).
Ia melanjutkan, "Kami memadukan tawaran bisnis Apple yang paling andal ke dalam sebuah platform yang aman dan sederhana, menghadirkan fitur utama untuk organisasi di berbagai tahapan dan sektor, termasuk manajemen perangkat bawaan, alat kolaborasi, dan berbagai cara baru untuk menjangkau pelanggan baru."
Serius Garap Pasar Bisnis
Solusi all-in-one ini menjadi langkah besar bagi perusahaan untuk tidak lagi membiarkan layanan bisnisnya berjalan terpisah-pisah. Kini, pengelolaan perangkat, email bisnis, kalender, direktori perusahaan, sampai tampilan merek di layanan Apple berada dalam satu ekosistem.
Bagi pelaku usaha, solusi ini memudahkan, sederhana, aman, dan lebih mudah mengatur penggunaan iPhone, iPad, dan Mac di lingkungan kerja tanpa harus selalu bergantung pada tim IT besar.
Kelola iPhone, iPad, dan Mac Kini dari Satu Tempat
Salah satu daya tarik utama Apple Business ada pada manajemen perangkat seluler atau MDM bawaan. Fitur ini memungkinkan perusahaan memantau perangkat Apple, pengaturan, aplikasi, hingga struktur organisasi dari satu antarmuka terpada.
Perusahaan juga menyediakan Blueprints, fitur yang bisa dipakai untuk menyiapkan kelompok karyawan, pengaturan keamanan, dan aplikasi kerja lebih cepat agar perangkat baru bisa langsung dipakai saat keluar dari kotak.
Pendekatan ini sangt penting, apalagi untuk usaha kecil yang memang tidak punya divisi IT khusus. Proses setup dibuat lebih singkat, distribusi aplikasi menjadi lebih tertata, dan pengaturan keamanan tetap terjaga.
Data Kantor dan Data Pribadi Dipisah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5537744/original/078617200_1774437518-Apple-Business-02.jpg)
Apple juga membawa Akun Apple Terkelola, yang memisahkan data kerja dan data pribadi secara kriptografis di perangkat sama. Perusahaan mengatakan, pembuatan akun untuk karyawan baru bisa dilakukan otomatis lewat integrasi dengan penyedia identitas seperti Google Workspace dan Microsoft Entra ID.
Tak berhenti di pengelolaan perangkat, Apple Business juga menambah lapisan produktivitas selama ini menjadi kebutuhan dasar banyak bisnis, seperti layanan email, kalender, dan direktori terintegrasi penuh.
Kini, pelaku usaha bisa memakai nama domain sendiri atau membeli domain baru lewat Apple Business. Perusahaan menilai, langkah ini dapat membantu bisnis tampil lebih profesional saat berkomunikasi dengan tim maupun pelanggan.
Branding dan Lokasi Usaha Ikut Masuk Ekosistem Apple
Perusahaan juga mendorong sisi lain tidak kalah penting, yakni visibilitas merek. Bila sebelumnya hanya tersedia di Apple Business Connect, kini dilebur ke Apple Business.
Ini artinya, pemilik usaha dapat mengelola nama merek, logo, foto, jam operasional, detail lokasi, promo, dan tindakan khusus seperti pesan atau reservasi, lalu menampilkannya di Maps, Safari, Spotlight, Wallet, Mail, dan layanan Apple lainnya.
Apple juga menyinggung Tap to Pay on iPhone sebagai bagian dari pengalaman bisnis yang lebih menyatu. Lewat fitur ini, bisnis dapat menerima pembayaran langsung di iPhone sambil menampilkan nama dan logo merek di layar pembayaran.
Namun untuk saat ini, fitur Tap to Pay on iPhone belum tersedia di Indonesia. Fitur ini baru tersedia di beberapa wilayah dan negara tertentu.
Apple Business Tersedia Gratis, Tapi...
Perlu dicatat, Apple Business akan tersedia secara gratis baik untuk pengguna baru atau pelanggan lama Apple Business Essentials, Apple Business Manager, dan Apple Business Connect.
Data lama dari Business Connect akan dimigrasikan otomatis ke platform baru, sementara pelanggan Business Essentials tidak lagi dikenakan biaya bulanan untuk pengelolaan perangkat setelah 14 April.
Walau layanan ini tersedia gratis, pembuat iPhone ini tetap mengenakan biaya untuk fitur tambahan dan opsional tetap ditawarkan, termasuk kapasitas iCloud lebih besar dan AppleCare+ for Business.
Di sisi lain, aplikasi pendamping Apple Business serta fitur email, kalender, dan direktori membutuhkan iOS 26, iPadOS 26, atau macOS 26.
Dari sudut padang industri, Apple Business terasa seperti langkah lebih serius dari Apple untuk memperluas pijakannya di dunia kerja, bukan sekadar menjual perangkat semata.