Mendagri Sebut Wacana WFH Satu Kali Dalam Sepekan, Harinya Belum Diputuskan
25 March 2026, 17:18 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan, kebijakan pemerintah untuk menerapkan work from home atau WFH selama satu hari dalam satu pekan hari kerja sudah hampir pasti. Menurut dia, saat ini pemerintah tinggal memutuskan hari apa yang akan dijadikan jadwal WFH.
"(Kebijakan WFH) satu hari selama seminggu hari apa yang akan diambil, biar nanti yang putuskan hasil rapat yang akan dilaporkan ke Presiden," kata Tito kepada awak medai di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Dalam kajian dan pertimbangan yang dirapatkan pemerintah, kebijakan WFH dipastikan tidak akan menuai masalah dalam segi produktivitas. Sebab, pemerintah sudah memiliki pengalaman saat era pandemi Covid-19.
"Saya yakin nggak akan masalah. Karena ini bukan pengalaman pertama ini. Ini pada waktu jaman COVID itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25%. Kemendagri itu 25%, WFO jalan juga. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tapi kita punya pengalaman," yakin Tito.
Sektor Kesehatan, Pendidikan dan Transportasi Tetap Berjalan Normal
Namun demikian, kata Tito, untuk sektor penting seperti kesehatan dan transportasi akan tetap berjalan secara normal seperti rumah sakit.
"Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan," Tito menandasi.
Sebagai informasi, kebijakan WFH diambil guna mengantisipasi dampak krisis yang terjadi akibat situasi di Timur Tengah, di mana kondisi tersebut berpengaruh terhadap pasokan energi jika mobilitas pekerja masih dilakukan secara penuh.
Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan juga bukan hal baru. Beberapa negara juga sudah menerapkan, guna mengantisipasi hal yang sama. Salah satunya, Filipina.