Kala Banjir di Tengah Lebaran Buat Warga hingga Kelompok Rentan Terpaksa Dievakuasi

22 March 2026, 09:44 WIB
Kala Banjir di Tengah Lebaran Buat Warga hingga Kelompok Rentan Terpaksa Dievakuasi

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) tetap siaga melakukan evakuasi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah, meski berlangsung di hari pertama Lebaran 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026.

Sejumlah operasi penyelamatan dilakukan di kawasan Cibubur, Ciracas, hingga Pasar Rebo, dengan fokus utama pada keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit.

"Lebaran hari pertama ini evakuasi berjalan lancar meski di tengah kondisi genangan air yang cukup tinggi," tutur Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026), seperti dilansir dari Antara.

Di wilayah Cibubur, Ciracas, petugas mengevakuasi puluhan warga dari permukiman yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,7 meter di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03. Evakuasi dilakukan setelah laporan diterima pada pukul 17.15 WIB.

"Fokus utama kami adalah menyelamatkan warga yang paling berisiko, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga yang sakit," kata Muchtar.

Sebanyak 47 jiwa berhasil dievakuasi dalam operasi tersebut, termasuk enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, serta dua warga dalam kondisi sakit yang diprioritaskan.

"Semua 47 jiwa terdampak kami evakuasi karena memang dalam kondisi membutuhkan dan rentan," ucap Muchtar.

Petugas mengerahkan dua unit rescue, satu unit pompa kebakaran (PK), serta unit selang dengan dukungan 10 personel. Proses evakuasi dimulai pukul 17.32 WIB dan berlangsung hingga pukul 20.30 WIB.

Dalam prosesnya, petugas harus menyusuri genangan air yang tinggi sambil memastikan keselamatan warga, khususnya anak-anak dan ibu hamil yang membutuhkan penanganan ekstra hati-hati. Evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa.

Evakuasi Warga Sakit

Evakuasi Warga Sakit

Selain itu, di lokasi lain di Cibubur, tepatnya di Jalan H. Syarif RT 08/RW 10, petugas kembali mengevakuasi enam warga setelah menerima laporan pada pukul 18.05 WIB dari warga bernama Rizal.

"Evakuasi enam warga dilakukan setelah ketinggian air mencapai lebih dari satu meter dan merendam permukiman warga," kata Muchtar.

Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 105 sentimeter. Petugas mengerahkan satu unit light rescue dengan empat personel, dan evakuasi dimulai pukul 18.31 WIB setelah tim tiba dan melakukan asesmen.

"Seluruh warga yang terdampak berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat," katanya.

Operasi tersebut berlangsung lebih dari satu jam dan selesai pada pukul 19.41 WIB, dengan seluruh personel kembali dalam kondisi aman.

Evakuasi juga dilakukan di wilayah Pekayon, Pasar Rebo, saat banjir setinggi 110 sentimeter merendam permukiman warga di Jalan Eri Sutrisno RT 01/RW 04.

"Objek yang ditangani berupa banjir dengan ketinggian air mencapai 110 cm. Terdapat dua warga yang harus segera dievakuasi karena kondisi kesehatan," kata Muchtar.

Dua warga yang dievakuasi, yakni Iskandar (65) dan Ike Niswati (32), diketahui dalam kondisi sakit sehingga membutuhkan penanganan cepat. Banjir di wilayah ini berdampak pada sekitar 100 kepala keluarga atau 500 jiwa.

"Dua unit armada dikerahkan masing-masing unit rescue dan unit berkapasitas 2.500 liter, dengan dukungan tujuh personel di bawah komando Yuliantoni," ujar Muchtar.

Evakuasi dimulai pukul 17.43 WIB dan selesai pada pukul 20.00 WIB. Kedua warga berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Pasar Rebo Juga Kebanjiran

Pasar Rebo Juga Kebanjiran

Sementara itu, di wilayah Kalisari, Pasar Rebo, petugas mengevakuasi tiga warga lanjut usia yang terjebak banjir setinggi 150 sentimeter di Gang Dolang I Blok C No.70, RT 08/RW 11.

"Sebanyak tiga warga berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat akibat banjir di Kalisari, Pasar Rebo," kata Muchtar.

Ketiga lansia tersebut adalah Ipong Hanipah (70), Muniran (74), dan Suminah (73), yang tidak dapat keluar dari rumah akibat tingginya genangan air.

"Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan adanya warga yang membutuhkan bantuan evakuasi akibat genangan air yang cukup tinggi," jelas Muchtar.

Evakuasi dilakukan mulai pukul 18.26 WIB dan selesai pada pukul 19.30 WIB dengan mengerahkan dua unit Quick Response dan lima personel.

Selain mengevakuasi warga, petugas juga membantu masyarakat lain di lokasi terdampak yang mencapai sekitar 1.000 jiwa di dua rukun tetangga.

Meski air mulai berangsur surut di beberapa titik, petugas tetap mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi banjir susulan.

"Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya respon cepat dalam penanganan bencana, terutama untuk melindungi kelompok rentan yang paling terdampak saat banjir melanda permukiman warga," ujar Muchtar.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

"Seluruh personel kami siagakan untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir," ucap Muchtar.

"Kami bersama petugas gabungan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan," tambahnya.

Sumber : Liputan6.com