Fokus Pakai AI, Platform Crypto.com PHK 12% Karyawannya

20 March 2026, 18:36 WIB
Fokus Pakai AI, Platform Crypto.com PHK 12% Karyawannya

Platform penyedia layanan exchanger kripto global, Crypto.com, diketahui akan mengurangi jumlah karyawannya. Pasalnya, perusahaan tengah melakukan ekspansi penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

CEO Crypto.com, Kris Marszalek mengumumkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Integrasi AI di setiap lini perusahaan menjadi penyebab pengurangan tersebut. Platform kripto berbasis Singapura, Crypto.com, kini bergabung dengan semakin banyak perusahaan yang merestrukturisasi operasinya dengan fokus pada otomatisasi dan pembelajaran mesin.

"Kami bergabung dengan daftar perusahaan yang mengintegrasikan AI secara menyeluruh di tingkat perusahaan. Perusahaan yang tidak segera melakukan perubahan ini akan gagal," tulis Marszalek di akun X miliknya, mengutip Bitcoin.com, Jumat (20/3/2026).

Ia menambahkan organisasi yang bergerak cepat dan menggabungkan alat AI canggih dengan talenta terbaik dapat mencapai "tingkat skala dan presisi yang sebelumnya tidak mungkin,".

Sebagai bagian dari perubahan ini, Marszalek mengatakan perusahaan mengurangi sekitar 12% tenaga kerja secara terara. Ini memengaruhi peran-peran yang tidak sejalan dengan arah baru berbasis AI. Dia mencatat karyawan yang terdampak telah diberi tahu dan menerima dukungan transisi.

Perusahaan tidak mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terkena dampak atau departemen mana yang mengalami pemotongan terbesar.

Pernah PHK Sebelumnya

Pernah PHK Sebelumnya

Crypto.com sebelumnya juga telah melalui beberapa gelombang PHK selama masa penurunan sektor aset digital, mencerminkan tren penghematan biaya yang lebih luas di kalangan perusahaan kripto.

Marszalek menekankan restrukturisasi ini dirancang untuk memposisikan perusahaan menuju pertumbuhan jangka panjang, dengan menyatakan, "Fondasi baru ini mempersiapkan kami untuk kesuksesan yang berkelanjutan."

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada karyawan yang keluar, dengan mengakui kontribusi mereka terhadap perkembangan perusahaan.

Beberapa komentar di unggahan Marszalek di X menunjukkan ketidaksetujuan terhadap langkah tersebut. "AI bukan untuk mengurangi tenaga kerja; AI dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas," tulis salah satu pengguna sebagai tanggapan.

Sumber : Liputan6.com