GERD Muncul walau Sudah Jaga Pola Makan, Dokter: Periksa Lebih Dalam

17 March 2026, 17:00 WIB
GERD Muncul walau Sudah Jaga Pola Makan, Dokter: Periksa Lebih Dalam

Supaya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) tidak kambuh saat mudik Lebaran, pasien perlu melakukan pencegahan, salah satunya dengan menjaga pola makan.

Namun, bila sudah jaga pola makan GERD tetap muncul maka perlu tindakan lebih lanjut.

"Apabila Anda telah menjaga pola makan tetapi masih sering mengalami kekambuhan GERD, maka diperlukan pemeriksaan medis lebih dalam untuk menegakkan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat," kata dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi hepatologi, Hasan Maulahela, dalam keterangan pers, Selasa (17/3/2026).

Pemeriksaan GERD umumnya dimulai dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala yang dialami pasien. Kemudian untuk melihat kondisi fisik saluran cerna secara akurat, dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi dan hepatologi dapat menyarankan pemeriksaan penunjang, yakni Endoskopi.

Endoskopi merupakan prosedur pemeriksaan medis menggunakan endoskop, yaitu selang lentur yang ujungnya terdapat kamera untuk melihat langsung lapisan kerongkongan, lambung, usus dua belas jari dan organ terkait.

Pada kasus GERD, prosedur endoskopi disebut dengan istilah gastroskopi yang khusus digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung dan kerongkongan. Prosedur ini memungkinkan dokter mendeteksi peradangan, luka, atau infeksi yang terjadi.

Untuk kondisi GERD yang lebih kompleks, teknologi endoscopic ultrasound (EUS) dapat digunakan. EUS menggabungkan endoskopi dengan teknologi ultrasonografi (USG) berupa probe mini. Miniprobe EUS memindai pada frekuensi antara 12-20 MHz dan menghasilkan gambar dengan resolusi yang dioptimalkan ketika transducer USG berada di dekat lesi dan dinding saluran pencernaan serta jaringan di sekitarnya.

Dengan EUS, dokter dapat melihat gambaran saluran pencernaan yang lebih rinci dan dapat segera melakukan terapi penyuntikan obat di area yang bermasalah.

Layanan Endoskopi GERD di Masa Libur Lebaran

Layanan Endoskopi GERD di Masa Libur Lebaran

Selama masa libur Lebaran, layanan endoskopi dan EUS biasanya tetap tersedia di rumah sakit besar.

Pemeriksaan endoskopi dapat dilakukan selama bulan Ramadan, tetapi perlu mempertimbangkan beberapa hal.

"Jika Anda berpuasa, pastikan untuk membicarakan dengan dokter tentang rencana pemeriksaan endoskopi Anda. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan di pagi hari sebelum berbuka puasa, atau setelah berbuka puasa di malam hari," kata dokter yang bertugas di RS Pondok Indah -- Pondok Indah.

Pastikan juga untuk mengikuti instruksi dokter tentang persiapan sebelum pemeriksaan, seperti tidak makan atau minum selama beberapa jam sebelum pemeriksaan. Dengan perencanaan yang tepat, pasien dapat menjalani pemeriksaan endoskopi dengan aman dan nyaman selama bulan Ramadan.

Penanganan GERD Setelah Diagnosis

Setelah diagnosis ditegakkan, penanganan GERD akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Pilihan penanganan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter antara lain:

  • Terapi pengobatan
  • Modifikasi gaya hidup
  • Panduan spesifik mengenai jenis makanan yang harus dihindari, pengaturan berat badan, serta posisi tidur yang disarankan (menggunakan bantal yang lebih tinggi)
  • Pengelolaan stres yang baik.

Penanganan ini sebaiknya diterapkan dengan baik agar GERD tidak kambuh. Pada kasus GERD yang sudah menyebabkan komplikasi berat atau tidak merespons pengobatan, dokter akan menentukan apakah diperlukan tindakan operatif atau prosedur minimal invasif lanjutan untuk memperkuat katup kerongkongan sehingga cairan asam lambung tidak kembali naik ke kerongkongan.

Sumber : Liputan6.com