Adidaya Foundation Luncurkan Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya

16 March 2026, 17:00 WIB
Adidaya Foundation Luncurkan Gagasan Buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya

Adidaya Foundation atau Adyatama Indonesia Digdaya meluncurkan gagasan buku berjudul 'Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya: Menuju Visi Pendidikan Indonesia 2045' dalam sebuah acara yang digelar di Gedung BPMP DKI Jakarta pada Minggu 15 Maret 2026.

Buku ini merupakan kumpulan gagasan strategis yang menawarkan arah transformasi pendidikan nasional untuk menghadapi tantangan masa depan.

Peluncuran gagasan buku tersebut dilakukan bersamaan dengan diskusi panel yang menghadirkan sejumlah tokoh di antaranya Penasihat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Tantan Hermansyah, Penanggungjawab Tata Kelola Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Beryana Evridawati, serta tim penulis buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz.

Acara ini turut dihadiri Pembina Adidaya Foundation Ilham Nurhidayatullah, Pengawas Adidaya Foundation Sholahudin Hasan, dan Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga.

Ketua Adidaya Foundation Budi Ramadhan Ritonga dalam sambutannya mengatakan, lembaganya memiliki dua misi utama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan dan ekonomi

"Adidaya memiliki dua nilai utama, yakni mencerdaskan bangsa dan kemudian mensejahterakan bangsa. Kedua elemen ini terus kami perjuangkan agar gerakan Adidaya dapat terus berkembang," ujar Budi melalui keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Transformasi Pendidikan Indonesia

Kemudian, dua penulis buku, Fahri Faturahman dan Aufar Abdul Aziz turut memaparkan pokok-pokok pemikiran yang menjadi dasar penyusunan buku tersebut.

Menurut Fahri, buku Lanskap Pendidikan Indonesia Digdaya disusun sebagai upaya merumuskan peta jalan transformasi pendidikan Indonesia agar mampu menjawab tantangan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

"Buku ini mencoba memotret kondisi pendidikan nasional sekaligus menawarkan paradigma baru agar pendidikan tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membangun manusia Indonesia yang utuh," jelas Fahri.

Sementara itu, Aufar Abdul Aziz menjelaskan, gagasan dalam buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari ketimpangan akses pendidikan hingga tantangan transformasi digital di sekolah.

Buku tersebut menawarkan sejumlah pendekatan strategis dalam pembaruan pendidikan, seperti penguatan literasi kontekstual, digitalisasi pendidikan berbasis nilai, serta pengembangan model sekolah yang adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, termasuk sekolah pesisir, sekolah alam, hingga cyber schooling.

Siapkan Generasi Emas 2045

Dalam kesempatan yang sama, Beryana Evrifawati dari Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mendorong transformasi pendidikan nasional untuk menyiapkan Generasi Emas 2045.

Menurut dia, pendidikan tidak hanya menjadi hak konstitusional warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 31, tetapi juga menjadi fondasi pembangunan nasional yang menentukan daya saing bangsa di masa depan.

"Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif, sekaligus memiliki karakter yang kuat," kata Beryana.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah memperkuat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi guru melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG), digitalisasi pembelajaran, hingga pengembangan literasi teknologi seperti koding dan kecerdasan artifisial.

Melalui peluncuran gagasan buku ini, Adidaya Foundation berharap gagasan yang disampaikan dapat menjadi bahan refleksi sekaligus kontribusi pemikiran bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional.

INFOGRAFIS: Subsidi Kuota Internet Untuk Peserta Didik (Liputan6.com / Abdillah)
Sumber : Liputan6.com