Hashim Minta Hunian Vertikal di Lahan KAI Diprioritaskan untuk ASN Junior

16 March 2026, 19:00 WIB
Hashim Minta Hunian Vertikal di Lahan KAI Diprioritaskan untuk ASN Junior

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, meminta agar hunian vertikal yang akan dibangun di atas lahan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI diprioritaskan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru bergabung. Ia juga berharap hunian tersebut tidak hanya dialokasikan untuk ASN baru di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tetapi juga bagi ASN dari kementerian lain.

"ASN-ASN yang junior yang belum dapat rumah dan perumahan juga harus dapat prioritas. ASN bukan hanya Kementerian Perhubungan Pak, tentu ini kan lahan, tapi juga ASN dari kementerian-kementerian lain. Saya kira itu sudah janji kita semua ya, kita harus adil Pak, ya," kata dia dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah, Senin (16/3/2026).

Selain itu, Hashim juga mendorong agar bangunan hunian vertikal tersebut dapat ditingkatkan hingga 24 lantai, bukan hanya 12 lantai sebagaimana rencana awal KAI.

Hashim menilai pembangunan hunian setinggi 24 lantai bukan hal yang mustahil, mengingat sudah ada contoh rumah susun (rusun) subsidi yang dibangun sebelumnya, seperti di Meikarta, Bekasi, Jawa Barat dengan ketinggian 20 lantai, serta rusun 24 lantai yang dibangun PT Al-Qilaa di kawasan Kampung Bandan.

Sebelumya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengembangkan hunian terintegrasi dengan transportasi publik melalui pemanfaatan aset perkeretaapian di berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pembangunan nasional, termasuk program penyediaan perumahan.

Transit Oriented Development

Transit Oriented Development

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan perusahaan memiliki aset lahan yang cukup besar untuk mendukung pengembangan kawasan berbasis transportasi.

"Perlu kami laporkan bahwa PT Kereta Api Indonesia dalam mendukung program pembangunan nasional melalui pemanfaatan aset Perkeretaapian untuk menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik Dalam pengelolaannya kita itu mempunyai 320 juta meter persegi lahan seluruh Indonesia," kata Bobby dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, KAI memiliki potensi untuk mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development (TOD) yang tidak hanya mendukung mobilitas perkotaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

"KAI tentunya memiliki potensi besar untuk mengembangkan kawasan berbasis transit oriented development atau TOD yang mendukung mobilitas perkotaan sekaligus memperluas akses hunian," ujarnya.

Stasiun Manggarai

Salah satu pengembangan yang direncanakan berada di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta. Di lokasi tersebut KAI akan membangun delapan tower hunian yang terbagi dalam dua blok, yakni blok G dan blok F.

Masing-masing tower dirancang setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian yang terdiri dari tipe 45 dan tipe 52. Pembangunan ditargetkan segera dimulai dan penyerahan kunci kepada penghuni direncanakan pada awal 2027.

Selain di Jakarta, KAI juga mencanangkan pengembangan hunian di sejumlah kota lain. Di Bandung, proyek akan dibangun di kawasan Stasiun Kiaracondong di atas lahan 7.600 meter persegi dengan total 753 unit hunian dalam dua tower.

Pengembangan serupa juga direncanakan di Semarang, tepatnya di kawasan Dr. Kariadi, dengan luas lahan sekitar 1,2 hektare yang akan dibangun dua tower setinggi 42 lantai dengan total 1.042 unit hunian. Sementara di Surabaya, proyek hunian akan dibangun di kawasan Stasiun Gubeng dengan total 1.489 unit dalam dua tower di atas lahan 1,2 hektare.

Sumber : Liputan6.com