Air Panas Jadi Minuman Favorit Baru di TikTok, Sekadar Hidrasi atau Tren Kesehatan?

22 March 2026, 05:00 WIB
Air Panas Jadi Minuman Favorit Baru di TikTok, Sekadar Hidrasi atau Tren Kesehatan?

Berbagai minuman kesehatan kerap menjadi tren di media sosial. Terbaru, air panas menarik perhatian pengguna TikTok.

Tren ini menjadi bagian dari fenomena yang lebih luas di internet. Melansir CNA, 14 Maret 2025, banyak orang mulai mengadopsi praktik kesehatan yang terinspirasi dari pengobatan Timur dan budaya Tiongkok.

Praktik tersebut kemudian dibagikan melalui berbagai platform media sosial, lengkap dengan pengalaman pribadi dan klaim manfaat yang dirasakan para pengguna. Salah satu kebiasaan yang paling sering dibicarakan adalah minum air panas atau air hangat di pagi hari sebelum sarapan.

Banyak orang mengklaim, kebiasaan sederhana ini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan, membuat tubuh terasa lebih ringan, serta mengurangi rasa kembung. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa minum air hangat di pagi hari dapat membuat mereka lebih sering ke kamar mandi, yang dianggap sebagai tanda sistem pencernaan bekerja lebih baik.

Selain itu, ada pula yang percaya bahwa kebiasaan ini dapat memberi manfaat tambahan, seperti memperbaiki kondisi kulit, membantu proses penurunan berat badan, serta membantu tubuh melakukan proses "detoksifikasi" secara alami.

Klaim-klaim tersebut pun semakin viral karena banyak dibagikan para influencer kesehatan di media sosial. Namun, benarkah semua manfaat tersebut benar-benar berasal dari kebiasaan minum air panas? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para ahli mencoba memberi penjelasan ilmiah mengenai manfaat sebenarnya dari kebiasaan sederhana ini.

Dorongan untuk Sistem Pencernaan

Dorongan untuk Sistem Pencernaan

Selama ribuan tahun, pengobatan tradisional Tiongkok dan Ayurveda menganjurkan minum air hangat, terutama di pagi hari, untuk membantu pencernaan tetap optimal.

Menurut Jeff Gould, ahli akupunktur di Johns Hopkins Medicine, suhu makanan dan minuman bisa memengaruhi cara tubuh mencerna; makanan atau minuman dingin diyakini dapat memperlambat pencernaan dan menimbulkan ketidaknyamanan, seperti kembung.

Namun, bukti ilmiah masih terbatas. Studi kecil pada pasien pasca-operasi kantung empedu menunjukkan minum air hangat dapat mempercepat keluarnya gas, tapi tidak signifikan mempercepat buang air besar pertama.

Beberapa penelitian juga menunjukkan minuman hangat bisa mempercepat pengosongan lambung dibanding dingin, tapi temuan ini masih terlalu terbatas. Dr. Linda A. Lee, ahli gastroenterologi di Northwell Health, menekankan bahwa sejauh ini, belum jelas seberapa besar pengaruh suhu minuman terhadap pencernaan dan sensasi tubuh secara keseluruhan.

Minum Air Hangat dan Pengaruhnya pada Sistem Pencernaan

Minum Air Hangat dan Pengaruhnya pada Sistem Pencernaan

Meski bukti ilmiah mengenai manfaat air hangat bagi pencernaan masih terbatas, beberapa ahli menilai, kebiasaan ini masuk akal secara fisiologis. Dr. Lisa Ganjhu dari NYU Langone Health menjelaskan bahwa sistem pencernaan melambat saat tidur, sehingga minum atau makan di pagi hari memicu aktivitas kembali pada kerongkongan, lambung, dan usus.

"Ini memberi tahu tubuh, 'Oke, bangun. Kita harus bergerak,'" katanya.

Dr. Folasade May dari UCLA menambahkan, banyak pasien melaporkan lebih mudah buang air besar setelah minum air hangat, kadang dicampur lemon, bahkan hampir seketika. Namun, ia menekankan suhu air bukanlah faktor utama.

Efek serupa bisa muncul dari air suam-suam kuku atau dingin, kopi, jus, maupun makanan. Rangsangan ini membantu menggerakkan tinja dan gas, sehingga perut terasa lebih lega dan tidak kembung.

Klaim Air Panas Bisa "Detoks" dan Menurunkan Berat Badan

Klaim Air Panas Bisa "Detoks" dan Menurunkan Berat Badan

Di media sosial, minum air panas kerap dikaitkan dengan "detoksifikasi," namun klaim ini tidak sepenuhnya akurat. Kristen Smith, ahli gizi dari Academy of Nutrition and Dietetics, menjelaskan bahwa air tidak langsung menghilangkan racun; proses detoksifikasi dilakukan organ tubuh seperti hati dan ginjal.

Terkait penurunan berat badan, Dr. Ganjhu menyebut, angka timbangan bisa turun sementara setelah buang air besar, tapi efek ini bersifat sementara.

Meski begitu, terdapat manfaat tidak langsung dari kebiasaan minum air. Mengganti minuman manis atau tinggi kalori dengan air dapat menurunkan asupan kalori harian, yang dalam jangka panjang berpotensi mendukung pengelolaan berat badan dan gaya hidup lebih sehat.

Smith menyebut, manfaat terbesar dari kebiasaan minum air hangat di pagi hari sebenarnya berkaitan dengan hidrasi tubuh. Setelah tidur sepanjang malam tanpa asupan cairan, tubuh secara alami mengalami sedikit dehidrasi.

Sumber : Liputan6.com