Kebakaran Melalap Vegetasi Gunung Iya di Ende NTT, Warga Diimbau Waspada

14 March 2026, 10:22 WIB
Kebakaran Melalap Vegetasi Gunung Iya di Ende NTT, Warga Diimbau Waspada

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) melaporkan terjadinya kebakaran vegetasi di sisi selatan tubuh Gunung Iya Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Petugas PPGA Iya sekaligus penyusun laporan, Ahmad Yani mengatakan menyatakan api terlihat hingga mendekati kawasan pesisir.

"Masih terjadi kebakaran sampai saat ini. Masih terlihat asap dari visual CCTV PPGA Iya," kata Ahmad Yani, Sabtu (14/3/2026).

Menurut laporan pengamatannya, kebakaran yang terjadi pada 12 Maret 2026 ini terdeteksi di sisi selatan tubuh Gunung Iya yang berada dekat kawah aktif. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (PVMBG) kemudian memerintahkan tim pengamat memantau visual menggunakan drone.

Berdasarkan tangkapan drone itu terlihat asap kebakaran bahkan terpantau memanjang hingga ke arah pesisir pantai.

"Dari hasil pemantauan drone pada Kamis, 12 Maret 2026, terlihat asap tebal dari kebakaran vegetasi di badan gunung dengan intensitas cukup kuat. Namun, sumber api penyebab kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti," tandasnya.

Sementara kondisi gunung ini terpantau menunjukkan material runtuhan di dalam kawah Gunung Iya yang semakin menumpuk. Asap kawah juga teramati tipis dengan kondisi cuaca cerah hingga berawan. Kemudian angin di sekitar gunung bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan ke timur.

Imbauan untuk Waspada

Sebelumnya, pada Senin Rabu (11/3/2026), Gunung Iya masih berstatus Level II atau Waspada. Secara visual, gunung setinggi 637 meter di atas permukaan laut ini tampak jelas dengan asap kawah berwarna putih tipis setinggi sekitar 50--100 meter di atas puncak.

"Juga terjadi kebakaran di arah tenggara - selatan pada Gunung Iya," jelas Ahmad Yani.

PVMBG pada saat yang sama merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Iya serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

"Warga juga diminta tidak mendekati lubang tembusan gas di sekitar kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun," ungkap dia.

Sumber : Liputan6.com