Hotel Mira Ajyad di Makkah Kebakaran, Tamu Langsung Dievakuasi

14 March 2026, 05:00 WIB
Hotel Mira Ajyad di Makkah Kebakaran, Tamu Langsung Dievakuasi

Hotel Mira Ajyad di Makkah, yang populer di kalangan jemaah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dilaporkan terbakar pada Kamis, 12 Maret 2026. Kejadian ini sempat memicu kekhawatiran di antara jemaah umrah di daerah tersebut.

Melansir Berita Harian SG, Sabtu (14/3/2026), rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan kobaran api di sebagian bangunan hotel, dengan kepulan asap tebal terlihat jelas. Beberapa jemaah umrah yang berada di lokasi kejadian berbagi pengalaman mereka saat insiden itu terjadi.

Seorang jemaah haji asal Indonesia yang diidentifikasi sebagai Prayaudityoryan mengatakan bahwa ia segara dievakuasi dari hotel. "Saya dievakuasi dari hotel sebelum api membesar," katanya dalam sebuah unggahan di media sosial.

Seorang guru agama di Makkah juga membagikan video yang menunjukkan suasana tegang di jalan utama di depan hotel saat tim keamanan dan penyelamat berusaha mengendalikan situasi. Beberapa jemaah umrah lainnya pun mengunggah foto yang menunjukkan asap hitam tebal mengepul dari bangunan hotel di wilayah Ajyad dekat Masjidil Haram tersebut.

Insiden ini juga memicu reaksi dari banyak pengguna media sosial, termasuk mereka yang pernah menginap di hotel tersebut. Beberapa menyatakan kesedihan atas insiden ini, sementara yang lain berdoa agar tidak ada korban jiwa.

Menurut laporan awal dari pihak berwenang, kebakaran tersebut diyakini bermula dari tumpukan sampah di area kosong dekat hotel, Islamicinformationmewartakan. Material seperti limbah konstruksi dan kayu diyakini telah menyebabkan api menyebar dengan cepat sebelum mempengaruhi area sekitarnya.

Penyelidikan Dampak Kebakaran

Penyelidikan Dampak Kebakaran

Api kemudian menyebar dan menyebabkan kerusakan yang terlihat pada bagian luar hotel dan restoran di dekatnya sebelum akhirnya berhasil dikendalikan. Pasukan Pertahanan Sipil Makkah segera tiba di lokasi dan melakukan operasi pemadaman kebakaran.

Tim penyelamat berhasil mengendalikan api sebelum menyebar ke bagian dalam gedung atau menyebabkan kerusakan struktural yang lebih serius. Namun, restoran yang terletak di sebelah hotel dilaporkan mengalami kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Sejauh ini, belum ada laporan korban luka. Hotel Mira Ajyad terletak di area yang sangat ramai di Makkah karena lokasinya yang dekat dengan Masjidil Haram, terutama selama Ramadan ketika jutaan jemaah berada di Kota Suci untuk melaksanakan ibadah umrah.

Hingga saat ini, penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab pasti kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwenang Arab Saudi.

Alokasi Kamar Hotel

Alokasi Kamar Hotel

Di sisi lain, Kamar Dagang Mekah Arab Saudi telah mengalokasikan 2.500 kamar hotel dengan layanan lengkap untuk menampung pelancong dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang terdampar di bandara-bandara di seluruh negeri menyusul gangguan perjalanan yang meluas dampak perang Iran vs Israel dan AS.

Langkah ini mengikuti arahan dari Raja Salman bin Abdulaziz, yang menyetujui penampungan warga negara GCC dan memastikan kenyamanan mereka hingga dapat kembali dengan selamat ke negara asal mereka, lapor Gulf News, 4 Maret 2026.

Arahan tersebut juga menyerukan untuk memfasilitasi semua prosedur yang diperlukan guna menerima dan mendukung mereka yang terdampak. Kamar dagang tersebut mengatakan, pihaknya bergerak cepat untuk mengatur persiapan yang diperlukan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait.

Dukungan Saat Dibutuhkan

Dukungan Saat Dibutuhkan

Ketua Komite Hotel dan Pariwisata Arab Saudi, Abdulmohsen Al Ajlan, menegaskan bahwa kamar-kamar tersebut telah disiapkan beserta layanan-layanan penting untuk menyediakan akomodasi dan pelayanan yang layak.

Ia mengatakan, langkah ini mencerminkan komitmen Kerajaan untuk berdiri bersama mitra-mitranya di Teluk dan menawarkan dukungan saat dibutuhkan. Al Ajlan menambahkan bahwa Makkah tetap terbuka bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Industri penerbangan dan pariwisata tengah berupaya keras mengatasi dampak dari meningkatnya perang udara AS dan Israel terhadap Iran, sementara pemerintah bergegas memulangkan para pelancong yang terjebak di Timur Tengah setelah pembatalan lebih dari 20 ribu penerbangan dalam beberapa hari terakhir sejak konflik memanas, menurut Al Jazeera.

Sumber : Liputan6.com