Persiapan Lampung Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Kapolda: Semua Titik Sudah Dipetakan

14 March 2026, 08:05 WIB
Persiapan Lampung Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Kapolda: Semua Titik Sudah Dipetakan

Sebanyak 4.232 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Lampung.

Ribuan petugas tersebut diterjunkan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026 guna memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan, pengamanan difokuskan pada seluruh simpul transportasi yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat selama musim mudik.

"Seluruh titik transportasi seperti Pelabuhan Bakauheni, Bandara Radin Inten II, stasiun kereta api hingga terminal bus telah dipetakan dan disiagakan personel," kata Helfi, Jumat (13/3/2026).

Dari total 4.232 personel yang diterjunkan, sebanyak 2.701 personel berasal dari unsur Polri dan 1.527 personel dari instansi terkait.

Personel Polri tersebut terdiri dari 327 personel dari Polda Lampung dan sisanya berasal dari jajaran polres di seluruh wilayah.

"Polresta Bandar Lampung menjadi satuan dengan jumlah personel terbanyak yang dilibatkan, yakni 418 orang. Disusul Polres Lampung Selatan sebanyak 380 personel serta Polres Pesawaran 212 personel," jelas Helfi.

Sementara itu, 1.527 personel dari instansi terkait terdiri dari unsur TNI sebanyak 280 personel, Dinas Perhubungan 278 personel, Satpol PP 304 personel, serta Dinas Kesehatan 316 personel. Dukungan juga datang dari BPBD, Basarnas, PMI hingga Senkom.

Pemantauan Udara

Selain pengamanan di darat, operasi itu juga mendapat dukungan pemantauan dari udara melalui empat personel BKO Poludara Korpolairud Baharkam Polri.

"Untuk menunjang pengamanan, Polda Lampung mendirikan 92 pos yang tersebar di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 57 Pos Pengamanan yang ditempatkan di lokasi rawan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas," jelasnya.

Kemudian 17 Pos Pelayanan yang disiapkan bagi pemudik untuk beristirahat sekaligus mendapatkan layanan kesehatan, 16 Posko Bencana di wilayah rawan bencana, serta dua Pos Terpadu sebagai pusat kendali dan koordinasi lintas sektor.

Kapolda juga menginstruksikan seluruh kapolres di wilayahnya agar memastikan jalur mudik dalam kondisi aman dilalui. Salah satunya dengan melakukan langkah darurat terhadap kerusakan jalan yang berpotensi memicu kecelakaan.

"Polres wajib mengupayakan perbaikan darurat pada lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pemudik. Jangan hanya menunggu perbaikan permanen dari dinas terkait," tegasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, pengamanan juga difokuskan untuk mengantisipasi potensi kejahatan konvensional seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan hingga aksi copet di moda transportasi.

"Pengamanan dilakukan secara terbuka oleh personel berseragam maupun secara tertutup oleh petugas intelijen. Kami juga menyiagakan penembak jitu di sejumlah titik yang dinilai rawan kejahatan selama periode mudik Lebaran," tandasnya.

Sumber : Liputan6.com