Mudik Lebaran Lebih Aman, Ahli Gizi IPB Sarankan Menu Ini agar Pengemudi Tetap Fokus

14 March 2026, 10:00 WIB
Mudik Lebaran Lebih Aman, Ahli Gizi IPB Sarankan Menu Ini agar Pengemudi Tetap Fokus

Menjelang musim mudik Lebaran, menjaga stamina tubuh menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi pengemudi yang harus menempuh perjalanan jarak jauh. Selain kondisi kendaraan, faktor kesehatan dan kewaspadaan pengemudi juga menentukan keselamatan selama perjalanan.

Salah satu cara agar tetap fokus dan terhindar dari rasa kantuk saat berkendara adalah dengan memperhatikan asupan makanan sebelum dan selama perjalanan mudik Lebaran.

Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang membuat pengemudi mudah mengantuk saat mudik.

Menurut Karina, faktor pertama adalah kurangnya waktu tidur. Selama Ramadan, banyak orang harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut dari biasanya, sehingga waktu istirahat menjadi berkurang.

Faktor kedua adalah durasi perjalanan yang panjang dengan kondisi jalan yang cenderung monoton.

"Jika pengemudi menyetir dalam waktu lama dengan pemandangan jalan yang monoton, hal itu dapat menimbulkan rasa bosan dan akhirnya memicu kantuk," ujarnya dikutip Health Liputan6.comdari ipb.ac.idpada Sabtu, 14 Maret 2026.

Faktor ketiga adalah kebiasaan memaksakan diri berkendara pada malam hari. Secara biologis, kata Karina, malam hari merupakan waktu tubuh untuk beristirahat sehingga rasa kantuk akan lebih mudah muncul.

Pilih Makanan yang Menjaga Energi Stabil Selama Mudik

Selain istirahat yang cukup, pola makan juga berperan penting dalam menjaga stamina dan konsentrasi saat berkendara di kala mudik.

Karina menjelaskan bahwa beberapa jenis makanan justru dapat memicu rasa kantuk, terutama makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat.

"Makanan seperti roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula dapat membuat kadar gula darah naik dengan cepat, tapi kemudian turun lagi sehingga tubuh menjadi lebih mudah mengantuk," ujarnya.

Sebaliknya, untuk menjaga energi tetap stabil selama perjalanan mudik Lebaran, pengemudi dianjurkan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein tinggi, serta lemak sehat.

Beberapa pilihan makanan yang disarankan antara lain:

  • Karbohidrat kompleks seperti beras merah, beras hitam, gandum, oat, jagung, kentang, dan ubi.
  • Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, ikan, dan putih telur.
  • Lemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, serta ikan.
  • Buah dan sayuran yang kaya serat, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan air tinggi.

Karina mengatakan bahwa makanan-makanan tersebut dapat membantu menjaga energi tetap stabil sekaligus mencegah tubuh cepat lelah selama perjalanan.

Jangan Abaikan Kebutuhan Cairan Selama Mudik Lebaran

Jangan Abaikan Kebutuhan Cairan Selama Mudik Lebaran

Selain makanan bergizi, kecukupan cairan juga tidak boleh diabaikan saat mudik Lebaran. Karina mengingatkan bahwa pengemudi tetap harus memenuhi kebutuhan cairan tubuh meskipun sedang menjalankan puasa.

Dia menyarankan untuk mengatur pola minum saat sahur dan berbuka agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. "Pengemudi dianjurkan tetap minum minimal delapan gelas atau sekitar 1,5 hingga 2 liter air per hari," ujarnya.

Boleh Minum Kopi Selama Perjalanan Mudik, Asal...

Banyak orang mengandalkan kopi atau teh untuk mengatasi kantuk saat perjalanan. Menurut Karina, kafein memang dapat membantu tubuh tetap terjaga, tapi efeknya hanya sementara.

Jika dikonsumsi berlebihan, minuman berkafein justru dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil yang berpotensi menyebabkan dehidrasi.

Dia menjelaskan bahwa batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa adalah sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan empat cangkir kopi. Meski demikian, sebaiknya cukup mengonsumsi satu hingga dua cangkir saja.

Karina menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengatasi kantuk sebenarnya bukan minuman berkafein, melainkan istirahat yang cukup.

"Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jadi jika sudah merasa lelah, sebaiknya berhenti sejenak dan beristirahat," pungkasnya.

Sumber : Liputan6.com