Klarifikasi Pramono soal Program 'Mudik ke Jakarta': Bukan Ajak Warga di Kampung Datang ke Jakarta
13 March 2026, 13:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo mengklarifikasi program 'Mudik ke Jakarta'. Dia menegaskan, program ini bukan ajakan bagi warga dari luar kota untuk mudik ke ibu kota.
"Itu bukan artinya mengharapkan masyarakat yang di kampung-kampung itu kemudian di mana-mana datang ke Jakarta untuk mudik, karena memang pasti mereka bukan tempatnya di Jakarta," ungkap Pramono di Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, program ini justru memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menikmati Jakarta ketika kota sedang lengang selama arus mudik. Berdasarkan data, jumlah pemudik yang pulang ke kampung halaman tahun ini diperkirakan tidak berbeda dari tahun lalu.
Untuk itu, Pemprov DKI menggelar berbagai program yang tergabung dalam 'Mudik ke Jakarta', termasuk diskon di tempat wisata dan transportasi.
"Dua hari berturut-turut kami gratiskan semua," papar Pramono, dilansir Antara.
4 Juta Warga Tak Mudik
Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan sebanyak 4.024.251 warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota Jakarta atau tidak melakukan mudik Lebaran 2026.
Kepala Bidang Dalops LLAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Yayat Sudrajat mengatakan, ada kemungkinan empat juta orang yang tetap berada di dalam kota tersebut akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan di Jakarta, seperti Taman Impian Jaya Ancol dan Taman Margasatwa Ragunan.
Selain itu, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kawasan Wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Kawasan PIK. Sementara tiga pusat perbelanjaan yang diperkirakan bakal ramai dikunjungi, yakni Kawasan Tanah Abang, Kawasan Kebon Kacang dan Kawasan Glodok.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di lokasi-lokasi tersebut, Pemprov DKI mempertimbangkan penerapan rekayasa lalu lintas dengan sistem contra flow, pembatasan kendaraan dengan metode ganjil genap serta pembatasan mobilitas di kawasan wisata.
Di sisi lain, Pemprov DKI menyiagakan 2.082 personel, termasuk dari Dinas Perhubungan beserta sarana pendukung, antara lain 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 unit rambu portabel, dan 1.350 unit traffic cone atau water barrier selama pelaksanaan kegiatan Angkutan Lebaran 2026.
Lebih lanjut, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran dan arus balik terjadi pada 23 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
"Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11 kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan. Sementara proyeksi lalu lintas masuk Jakarta pada H-10 sampai H+10 kurang lebih 3.540.379 kendaraan," ungkap Yayat.