Tips Mudik Bebas Mabuk Perjalanan, Dokter Sarankan Pilih Kursi Ini di Mobil atau Pesawat

15 March 2026, 09:00 WIB
Tips Mudik Bebas Mabuk Perjalanan, Dokter Sarankan Pilih Kursi Ini di Mobil atau Pesawat

Arus mudik Lebaran selalu menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Namun, perjalanan panjang saat mudik tidak selalu berjalan mulus. Bagi sebagian orang, perjalanan jauh justru bisa memicu mabuk perjalanan yang ditandai dengan rasa mual, pusing, hingga muntah.

Agar perjalanan tetap nyaman, penting bagi pemudik mengetahui tips mudik agar tidak mabuk perjalanan. Salah satunya adalah dengan memilih tempat duduk yang tepat selama perjalanan.

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Citra Ariani, SpKP, MBiomed, menjelaskan, posisi duduk memiliki peran penting dalam mengurangi gejala mabuk perjalanan.

"Untuk perjalanan dengan kendaraan pribadi atau bus, duduk dekat jendela atau di kursi depan mobil dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan. Untuk perjalanan udara, tempat duduk di dekat sayap pesawat lebih disarankan," ujarnya dikutip Health Liputan6.com dari ipb.ac.idpada Minggu, 15 Maret 2026.

Menurut Citra, posisi tersebut membantu tubuh menjaga keseimbangan antara informasi visual dari mata dan sistem keseimbangan pada telinga. Ketidaksinkronan antara keduanya merupakan penyebab utama seseorang mengalami motion sickness atau mabuk perjalanan.

Lebih Baik Mengemudi Sendiri Saat Mudik

Selain memilih tempat duduk yang tepat, Citra juga menyebut bahwa mengemudi kendaraan sendiri dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi sebagian orang.

Sebab, orang yang mengemudi cenderung lebih jarang mengalami mabuk perjalanan dibandingkan penumpang.

"Jika harus menjadi penumpang, usahakan tetap bisa melihat ke arah horizon atau ke depan. Selain itu, cukup tidur sebelum berangkat dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup," ujarnya.

Citra juga mengingatkan agar pemudik menghindari beberapa kebiasaan yang dapat memperparah gejala mabuk perjalanan, seperti merokok atau mengonsumsi makanan berat sebelum berangkat.

"Hindari merokok dan makan makanan berat sebelum perjalanan karena bisa memperburuk gejala. Distraksi seperti berbicara atau mendengarkan musik juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama perjalanan," kata Citra.

Obat Antimabuk Perjalanan

Bagi sebagian orang, penggunaan obat antimabuk perjalanan juga dapat menjadi solusi. dr. Citra menjelaskan bahwa obat ini bekerja dengan menekan sinyal pada otak yang menyebabkan ketidaksinkronan antara mata dan telinga.

Obat antimabuk perjalanan yang banyak dijual bebas biasanya mengandung dimenhidrinat, yaitu golongan antihistamin yang dapat menyebabkan rasa kantuk.

Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyarankan agar obat tersebut dicoba terlebih dahulu di rumah untuk mengetahui dosis yang tepat serta melihat kemungkinan efek sampingnya.

Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat antimabuk perjalanan.

Alternatif Alami untuk Mengurangi Mabuk Perjalanan

Alternatif Alami untuk Mengurangi Mabuk Perjalanan

Selain obat-obatan, ada pula cara alami yang dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan. Salah satunya adalah mengonsumsi jahe, yang dikenal memiliki efek menenangkan pada lambung.

Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk permen, minuman hangat, atau teh herbal sebelum dan selama perjalanan.

"Menghirup minyak esensial dengan aroma jahe, lavender, atau peppermint juga dapat membantu sebagian orang. Namun perlu diingat, aroma tertentu justru bisa memperburuk mabuk perjalanan pada sebagian orang," kata Citra.

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Mabuk Perjalanan?

Mabuk perjalanan atau motion sickness terjadi ketika otak menerima sinyal yang tidak sinkron antara mata dan sistem keseimbangan di telinga. Kondisi ini memicu gejala seperti pusing, mual, muntah, hingga berkeringat dingin.

Siapa saja bisa mengalami mabuk perjalanan, tetapi beberapa kelompok diketahui lebih rentan. Di antaranya adalah wanita, anak-anak usia 2 hingga 12 tahun, serta orang yang memiliki riwayat vertigo atau migrain.

Faktor hormonal seperti menstruasi atau kehamilan juga dapat meningkatkan risiko mabuk perjalanan.

Sumber : Liputan6.com