Right Justice Action Peringati International Womans Day 2026, Peduli Isu Gender dan Kesehatan Wanita
11 March 2026, 15:50 WIB
Right Justice Action merupakan forum yang terdiri dari beberapa instansi seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Farid Nila Moeloek Society, Takeda dengan merangkul Paragon Corp juga Watsons untuk peduli dan menyuarakan isu-isu kesetaraan gender dan Kesehatan Wanita.
Pada kesempatan ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan, berbagai studi menunjukan bahwa pemberdayaan dan kontribusi perempuan terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak berpengaruh besar dalam berbagai sektor, seperti menguatnya pemahaman keluarga hingga meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
Sehingga, kata Arifatul, isu kesetaraan gender dan kesehatan perempuan menjadi permasalahan yang sangat penting untuk terus dibahas karena dapat menjadi strategi pembangunan. Disamping itu, kata dia, perempuan dan laki-laki tetap memiliki hak yang sama dalam setiap akses kehidupan dan sumber daya.
"Pesteraan gender berarti bahwa perempuan dan laki-laki memiliki hak, kesempatan, akses, partisipasi, serta kontrol yang setara terhadap sumber daya dan manfaat pembangunan," ujar Arifatul melansir Antara, Selasa 10 Maret 2026.
Arifatul juga menyampaikan, untuk mendukung kesetaraan gender dan meningkatkan kesehatan perempuan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan pelatihan dengan perwakilan dari 5 desa.
Peserta pelatihan tersebut adalah para perempuan dengan tujuan menyadarkan mereka betapa mereka memiliki kesempatan yang luar biasa untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di tingkat desa.
Arifatul juga mengutip perkataan Titi Soeharto tentang betapa pentingnya peran perempuan.
"Seperti tadi disampaikan oleh Ibu Titi tadi, bahwa komponen terkecil dari suatu bangsa adalah keluarga dan manajer dalam sebuah keluarga adalah perempuan," terang Arifatul.
Permasalahan Kesehatan Ibu di Indonesia
Kemudian, Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan Lovely Daisy menjelaskan pada tahun 2020, di Indonesia diprakirakan terdapat 140 kasus kematian ibu setiap 100 ribu keluarga hidup dan dalam berbagai kondisi seperti hamil, bersakin, nifas ataupun penyakit yang diderita oleh sang ibu.
"Selain itu 17 dari 1000 bayi yang dilahirkan pun tidak mencapai usia 1 tahun yang mana hal ini merupakan pengaruh dari kesehatan sang ibu. Angka ini termasuk angka yang besar pada saat itu dan menempati peringkat 3 tertinggi untuk kasus kematian bayi," ucap Lovely Daisy.
Selain angka kematian ibu dan bayi yang besar, Indonesia memiliki permasalahan lain terkait kesehatan ibu, yaitu stunting, kekurangan gizi dan gizi buruk.
Permasalahan kesehatan ini sempat menduduki angka tertinggi pada tahun 2013 yaitu 30, meskipun angkanya konsisten turun hingga tahun 2024 yang berhasil mencapai tingkat sedang dengan angka 19,8 dengan selisih hanya 0,2 dari batas paling tinggi.
Profesor Kesehatan Masyarakat Departemen Manajemen Kebijakan Kesehatan Universitas Gadjah Mada, Adi Utarini turut berpendapat terkait permasalahan kesehatan ibu di Indonesia.
Ia menyampaikan, kesehatan perempuan bukan hanya sekedar kesehatan reproduksi. Angka kematian perempuan lebih banyak dari laki-laki dengan banyak kemungkinan penyakit selain reproduksi, seperti stroke, penyakit jantung, cirrhosis pada hati, diabetes, hipertensi dan kanker payudara.
"Seluruh penyakit ini juga turut menyumbang angka dan menjadi penyebab kematian ibu," kata Adi.
Upaya Pencegahan dan Solusi untuk menjaga Kesehatan Ibu
Lovely menyampaikan, perlunya adanya pemantauan yang lebih intens di puskesmas dan wilayah setempat, juga harus ada layanan yang harus sampai ke desa-desa.
Upaya yang telah dilakukan oleh menkes untuk menunjang hal ini adalah Integrasi Layanan Primban yang dilakukan di Puskesmas berdasarkan kluster yang berdasarkan siklus kehidupan.
Lovely juga menyampaikan, pada masing-masing posyandu telah ditetapkan standar pelayanan bagi seluruh masyarakat yang telah disesuaikan dengan berbagai perbedaan kluster tersebut, sehingga program ini dapat menjangkau seluruh aspek.
"Nah diintegrasi layanan primban ini, puskesmas itu akan memberikan pelayanan berdasarkan kluster. Dan kluster ini dilayaninya adalah berdasarkan siklus kehidupan. Kemudian untuk menjangkau seluruh sasaran ini, perlu mempertanyakan," kata dia.
Sementara itu, Presiden Direktur Watson Indonesia Lilis Mulyawati menyampaikan, Watson sendiri telah berupaya untuk melakukan kontribusi terbaik bagi para ibu dan perempuan. Upaya yang dilakukan berupa edukasi dibidang kesehatan dan kecantikan untuk para customer.
Tak sendirian, Watson mengajak para supplier dan dokter untuk turut berpartisipasi mengedukasi mengenai kecantikan dan kesehatan para ibu.
Edukasi ini telah dilakukan beberapa kali, seperti pada saat era covid-19, Watson mengedukasi customernya untuk menggunakan masker, mengkonsumsi vitamin, juga membagikan edukasi mengenai cara menangani covid dan menjaga kesehatan keluarga ditengah menyebarnya virus.
Lilis juga menyebutkan perjuangan Watson untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan wanita tak hanya sampai disitu. Hingga saat ini Watson terus mengedukasi para customer di berbagai lingkungan. Seperti lingkungan kerja dan kampus.