Tak Cuma Daging Sapi, Pemerintah Diminta Awasi Harga Daging Kerbau Jelang Lebaran
09 March 2026, 20:00 WIB
Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) meminta pemerintah tidak hanya mengawasi perdagangan daging sapi namun seharusnya juga daging kerbau yang didatangkan dari luar negeri menjelang Idul Fitri 1447 H.
Ketua Umum JAPPDI Asnawi menilai pemerintah cenderung menekan pedagang daging sapi, sementara harga daging kerbau impor malah dibiarkan tidak terawasi dengan harga jauh di atas harga acuan pembelian (HAP).
"Pemerintah tidak adil dalam melakukan pengawasan harga pangan, terutama daging sapi. Daging kerbau impor yang harganya sudah melambung dan melanggar peraturan Badan Pangan Nasional malah dibiarkan saja," kata dia dikutip dari Antara, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, kondisi harga daging kerbau saat ini sudah melanggar Peraturan Badan Pangan Nasional (Bapanas) No. 12 Tahun 2024 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Gula Konsumsi dan Daging Sapi/Kerbau.
Dari data yang ada di Bapanas, tambahnya, harga rata-rata daging kerbau impor per 9 Maret 2026 mencapai Rp107.667/kg jauh di atas HAP yang ditetapkan Bapanas Rp80.000/kg.
"Dengan kata lain, harga yang terjadi saat ini sudah hampir 35 persen di atas HAP atau sudah harus dilakukan intervensi pasar," katanya.
Intervensi Pasar
Namun, lanjutnya, intervensi pasar tidak pernah dilakukan pemerintah padahal harga di atas HAP ini sudah terjadi jauh sebelum bulan Ramadhan, bahkan harga rata-rata di Pulau Jawa sempat mencapai Rp120.000/kg atau 50 persen di atas HAP.
Menurut Asnawi, dengan kondisi ini seharusnya pemerintah dan tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Pusat menindak produsen atau distributor daging kerbau yang menjual di atas HAP karena hal itu sudah kejahatan ekonomi.
"Mereka (distributor) juga tidak dituduh sebagai kriminal seperti yang sering dituduhkan kepada penjual daging sapi jika menjual di atas HAP. Sebaliknya mereka dibiarkan berdagang. Ini sangat-sangat tidak adil," katanya.