Selebgram Ruce Nuenda Keluyuran Saat Terkena Campak, Menkes Budi: Aduh!

09 March 2026, 15:11 WIB
Selebgram Ruce Nuenda Keluyuran Saat Terkena Campak, Menkes Budi: Aduh!

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menanggapi isu selebgram yang keluyuran saat terkena campak.

"Influencer keluar rumah saat campak, oh ada ya? Aduh, harusnya gini aja di IG-nya dia harus dikasih tahu 'hei jangan jalan-jalan keluar kalau lagi campak, itu kan nularin ke orang lain, kan kasihan orang lainnya. Kan campak itu penularannya paling tinggi soalnya," kata Budi saat ditemui di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Sebelumnya, ramai di media sosial seorang selebgram, Ruce Nuenda, terlihat masih bepergian ke luar rumah meski positif campak. Dia pun viral dan mendapat kecaman dari warganet hingga akhirnya mengunggah permohonan maaf.

Tanggapan senada juga disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dokter Andi Saguni.

"Campak itu sangat tinggi tingkat penularannya dari satu orang bisa menularkan ke 12 sampai 18 orang. Jadi, jika sedang sakit, sebaiknya menahan diri dulu membatasi aktivitasnya hingga benar-benar sembuh agar tidak menular ke keluarga atau orang sekitarnya," kata Andi dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3/2026).

Andi menambahkan, mestinya sebagai seorang influencer atau pemengaruh maka yang bersangkutan tidak melakukan hal tersebut.

"Mestinya sebagai influencer tidak melakukan itu karena bisa memengaruhi persepsi dan perilaku masyarakat," tambahnya.

Bagi orang yang sudah terlanjur bertemu dengan selebgram tersebut ketika sakit, Andi mengimbau untuk melakukan pemantauan kesehatan mandiri.

"Jadi misalkan terkena demam, apalagi kalau ada ruam, sebaiknya memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, segera," imbaunya.

Kematian Akibat Campak Selama 2026

Dalam kesempatan yang sama, Andi menyampaikan bahwa total ada enam orang meninggal akibat campak di Indonesia selama minggu pertama hingga ke-8 pada tahun 2026.

"Ada penambahan satu kasus meninggal dibanding minggu ke-7," katanya.

Andi menambahkan, keenam pasien meninggal ini tidak memiliki riwayat imunisasi campak sama sekali. Padahal, imunisasi campak diperlukan anak sebanyak dua dosis.

"Ada enam pasien meninggal selama 2026 ini, keenam pasien yang meninggal tersebut tidak mempunyai riwayat imunisasi meski hanya sekali. Imunisasi campak itu kan harus dua kali, pada umur 9 bulan dan 18 bulan."

"Namun, dari enam kasus yang meninggal ini sama sekali tidak ada riwayat imunisasi," imbuhnya.

Keenam kasus meninggal ini merupakan kelompok usia balita (bawah lima tahun). Dan sebelum meninggal, para pasien mengalami komplikasi yang berujung fatal.

"Penyebab kematiannya (komplikasi fatal) adalah diare, pneumonia atau radang paru, dan bronkopneumoni," jelas Andi.

Sumber : Liputan6.com