Mudik Lebaran 2026, Menteri PU Pastikan Jalan Nasional Pantura Bebas Lubang

01 March 2026, 04:05 WIB
Mudik Lebaran 2026, Menteri PU Pastikan Jalan Nasional Pantura Bebas Lubang

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan seluruh jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa wilayah barat akan bebas dari lubang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Hal ini diungkapkan usai meninjau langsung kesiapan infrastruktur di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026).

Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang kampung. Menurut Dody, pihaknya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mempercepat penutupan lubang-lubang jalan yang tersisa.

"Tadi disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta - Jawa Barat bahwa memang masih ada lubang di beberapa titik, sudah berkurang dari yang awal sekitar 7.000 lubang, sekarang tinggal sisa 2.500 lubang, tapi kita pastikan H-10 sudah tidak ada lubang," ujar Dody dikutip dari Antara, Minggu (1/3/2026).

Selain perbaikan darurat menjelang Lebaran, Kementerian PU juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk jalur Pantura. Perbaikan menyeluruh dengan metode pelapisan ulang atau overlay akan dilakukan, khususnya pada titik-titik yang kerusakannya cukup parah.

"Cuma ke depan karena kita bicara Pantura, mungkin di ujung sekitar 100 kilometer terakhir itu yang batas Brebes, kita akan overlay dengan menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Tapi itu karena 100 kilometer jadi mungkin perlu waktu sekitar dua tahun. Jadi penanganan Pantura akan kita lakukan dengan lebih sempurna lagi," kata Dody.

Kesiapan Infrastruktur Tol

Kesiapan Infrastruktur Tol

Selain jalur nasional Pantura, Kementerian PU juga memastikan kesiapan menyeluruh pada jaringan jalan tol untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kesiapan ini mencakup infrastruktur jalan, rest area, hingga fasilitas pengisian daya kendaraan listrik.

Saat ini, tercatat terdapat 76 ruas jalan tol yang beroperasi di Indonesia dengan total panjang mencapai 3.115,98 kilometer. Untuk melayani pengguna jalan tol, telah disiapkan 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area yang tersebar di berbagai ruas.

"Didukung oleh 136 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/rest area)," tutur Dody.

Tidak hanya rest area, fasilitas pendukung lainnya juga dipastikan siap beroperasi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan listrik. Kementerian PU melaporkan adanya 189 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia di sepanjang jalur tol. Selain itu, terdapat 539 gerbang tol yang siap difungsikan untuk mempercepat transaksi.

Antisipasi Arus Mudik Nasional

Antisipasi Arus Mudik Nasional

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi lonjakan jumlah pemudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H. Berdasarkan survei nasional, diperkirakan sekitar 144 juta orang akan melakukan perjalanan mudik, jumlah yang meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Untuk mengelola pergerakan tersebut, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13--29 Maret 2026. Posko ini bertujuan mengoordinasikan seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.

Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan oleh pemerintah, salah satunya adalah pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan penting lainnya.

"Kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian," jelas perwakilan Kemenhub.

Selain pembatasan kendaraan berat, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas.

Langkah-langkah seperti contraflow, sistem satu arah (one way), dan ganjil genap akan diberlakukan di sejumlah ruas tol yang diprediksi mengalami kepadatan arus lalu lintas.

Sumber : Liputan6.com