Jus sebagai Menu Buka Puasa, Jangan Sampai Hanya Jadi Minuman Gula
01 March 2026, 06:15 WIB
Jus buah kerap menjadi pilihan favorit dalam menu buka puasa. Rasanya segar, praktis, dan dianggap lebih sehat dibandingkan minuman manis lainnya. Namun, tidak semua jus memberikan manfaat optimal bagi tubuh, terutama jika hanya dikonsumsi airnya tanpa serat.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dina Nilasari mengingatkan bahwa jus yang telah disaring hingga tidak menyisakan serat justru berisiko tinggi meningkatkan kadar gula darah.
"Tapi minum jus usahakan jangan yang hanya airnya saja, tapi yang masih ada serat," ujarnya dalam diskusi media di Sekretariat PAPDI Jaya Jakarta pada Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut Dina, banyak orang tidak menyadari bahwa jus tanpa serat pada dasarnya hanya mengandung gula alami buah dalam bentuk cair. Tanpa serat, gula akan lebih cepat diserap tubuh.
"Karena jus yang hanya airnya saja itu juga gula. Itu sama saja kita minum gula," tambahnya.
Risiko Lonjakan Gula Saat Buka Puasa
Saat berbuka, tubuh berada dalam kondisi kosong setelah berpuasa sekitar 12 jam atau lebih. Dalam kondisi ini, tubuh lebih responsif terhadap asupan gula. Jika langsung mengonsumsi minuman tinggi gula tanpa serat, kadar gula darah bisa melonjak dengan cepat.
Serat berfungsi memperlambat proses penyerapan gula di usus. Ketika buah dikonsumsi utuh atau dalam bentuk jus yang masih mengandung ampas, efek lonjakan gula dapat ditekan.
Itulah sebabnya, Dina menyarankan untuk lebih memilih buah utuh dibandingkan jus cair yang sudah disaring. "Makan buah langsung lebih baik daripada minum jus cair," katanya.
Dalam konteks menu buka puasa sehat, keseimbangan nutrisi menjadi hal penting. Tubuh tidak hanya membutuhkan gula sebagai sumber energi cepat, tapi juga serat, vitamin, dan mineral untuk menjaga metabolisme tetap stabil.
Label 'Tanpa Gula Tambahan' Belum Tentu Aman
Banyak produk jus mengklaim tidak mengandung gula tambahan. Namun, menurut Dina, klaim tersebut belum tentu membuat jus menjadi pilihan terbaik.
Tanpa kandungan serat, gula alami dalam buah tetap bisa terserap dengan cepat ke dalam aliran darah. Hal ini berisiko bagi mereka yang memiliki gangguan metabolisme, diabetes, atau sedang menjaga berat badan.
Oleh sebab itu, penting untuk tidak hanya terpaku pada label, tapi juga memahami kandungan nutrisi secara menyeluruh.
Bagaimana dengan Pemanis Alami?
Sebagian orang menambahkan pemanis alami seperti madu atau stevia dalam jus sebagai variasi menu buka puasa. Dina menjelaskan bahwa stevia masih tergolong aman selama dikonsumsi dalam batas wajar.
"Stevia oke, karena itu natural, tapi dalam batas wajar," tambahnya.
Sementara itu, madu tetap mengandung gula yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan, terutama jika tujuan berbuka adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Tips Memilih Jus yang Lebih Sehat
Agar jus tetap bisa menjadi bagian dari menu buka puasa yang sehat, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:
- Pilih jus yang masih mengandung serat atau ampas buah.
- Batasi kombinasi terlalu banyak buah manis dalam satu gelas.
- Tambahkan sumber protein atau lemak sehat seperti yogurt atau alpukat agar lebih mengenyangkan.
- Buat jus secukupnya dan langsung habiskan untuk menjaga kualitasnya.